Restorasi Sungai Berkelanjutan

SUNGAI dan daerah bantarannya banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai kegunaan, sehingga terjadi degradasi (penurunan) kemampuan sungai untuk mendukung berbagai macam fungsinya.

Restorasi sungai adalah mengembalikan fungsi alami/renaturalisasi sungai yang telah terdegradasi oleh intervensi manusia. Restorasi sungai merupakan perubahan paradigma dalam ilmu rekayasa sungai (river engineering) yaitu perubahan dari pola penyelesaian berdasarkan aspek teknik sipil hidro secara parsial menjadi penyelesaian terintegrasi aspek hidraulik, fisik, ekologi, dan sosial.

Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

Mengkaji dari konsep pembangunan berkelanjutan dan restorasi sungai maka dapat disimpulkan bahwa restorasi sungai adalah jawaban dari pembangunan sungai yang berkelanjutan yaitu restorasi sungai bertujuan memperbaiki kehancuran lingkungan sungai tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

UMS memberikan perhatian yang serius terhadap pengelolaan sungai, khususnya di Eks Karesidenan Surakarta yang terkenal sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Salah satu bentuknya dengan menginisiasi dan mendorong peran serta komunitas pemerhati sungai. Kita harus memahami bahwa Indonesia kaya dengan sumberdaya air, namun sering mengalami banyak persoalan justru karena air disebabkan oleh kurang siapnya atau salah mengelola air hujan yang berakibat peristiwa banjir dan tanah longsor saat musim hujan, sebaliknya kekeringan di musim kemarau.

1
2
3
4
5

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar