Keluarga Balita Disiksa Disuap untuk Damai

SOLO – Pasca-ditetapkan sebagai tersangka penyiksaan balita, Adi Cahyono alias Diduk, 35, sepertinya berusaha agar penyidikan kasus tersebut dihentikan. Yakni dengan cara mengajak “damai” melalui keluarga Sartini agar bersedia mencabut laporan.

Tanto, kerabat Sartini menuturkan, istri Diduk berusaha mencari posisi Sartini untuk melakukan negosiasi. Karena sulit ditemukan, dia menemui anak kedua Sartini, DL, 13, usai pulang sekolah di Solo.

"Ditawari Rp 15 juta oleh istri tersangka. Namun anak ini selalu menolak karena tidak mengetahui apa-apa," jelas Tanto kemarin (23/11).

Karena terus dicecar pertanyaan oleh istri Diduk, lanjut Tanto, DL merasa ketakutan dan memilih tidak tidur di rumahnya di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres. "Saya inapkan di rumah teman,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, Tanto mengajak DL dan kerabat lainnya melapor ke Mapolda DIJ untuk mendapatkan perlindungan. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda DIJ Kompol Retnowati menjelaskan, untuk melindungi DL, dia dibawa ke tempat khusus. Apalagi DL juga menjadi saksi kekejian Diduk terhadap adiknya JM, 1,5. “Bagaimanapun juga saksi inikan memerlukan perlindungan," jelasnya.

Sementara itu, aksi simpati masyarakat untuk Sartini dan JM kembali berdatangan. Setelah Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jogja memberikan bantuan hukum dengan mengerahkan 100 pengacara, serupa dilakukan elemen lainnya di Kota Bengawan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar