Flyover Purwosari Rampung 8 Bulan

SOLO – Megaproyek di kota Solo terus berdatangan. Setelah rencana jalan layang Pucangsawit-Semanggi dan flyover Manahan, kini sudah dimulai rencana pembangunan flyover Purwosari. Proyek senilai Rp 200 miliar itu ditarget rampung 8 bulan.

Saat ini proses perencanaan sudah merampungkan feasibility studies(FS) oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Dari hasil FS yang dilakukan hampir dua tahun tersebut, kawasan Purwosari dinyatakan layak didirikan flyover.

“Kita sudah mulai dari 2014 pra FS kemudian 2015 selesai FS, hasilnya dinyatakan layak. Sekarang tinggal menyiapkan UKL UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup),” terang Kepala Bidang Bina Teknis Dinas Bina Marga Jawa Tengah A.R. Hanung Triyono usai melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) di balai kota, Rabu (23/11).

Pemprov Jateng ikut mengawal pembangunan flyover Purwosari karena status jalan tersebut sebelumnya milik pemprov. Baru pada 2015, dikelola pemkot. Pada tahap penyusunan FS hingga penyelesaian UKL dan UPL, pemprov bertanggungjawab penuh atas pengelolaan termasuk pengalokasian anggaran.

Sedangkan untuk pembuatan detail engineering design (DED) dan pelaksanaan proyek menggunakan anggaran pemerintah pusat. “Flyover dibangun mulai dari depan Rumah Sakit Panti Waluyo sampai timur Stasiun Purwosari dengan panjang sekitar 750 meter lebar 9 meter. DED selesai pada 2017 dan semoga 2018 dana fisik sudah ada sehingga bisa dikerjakan,” beber Hanung.

Bina Marga menargetkan proyek tersebut rampung 8 bulan. Target waktu yang relatif cepat itu bukan tanpa alasan, karena dengan dukungan teknologi. Terlebih berdasar hasil kajian sudah dipastikan tidak ada satupun lahan warga terdampak pembangunan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar