Nasib Permainan Catur Gajah yang Mulai Ditinggalkan

SOLO - Dahulu, permainan ini cukup populer bagi warga Tionghoa yang tinggal di Kota Solo. Tapi sekarang hanya dimainkan orang-orang sepuh. Padahal tidak sedikit manfaatnya bagi kesehatan.

 

Sien Chin dan Yusi, dua pria paro baya itu tak menghiraukan keramaian pengunjung Solo Paragon Lifestyle Mall, Minggu (5/2). Tatapan matanya fokus pada selembar kertas putih berukuran sekitar 50 x 50 sentimeter.

Di kertas tersebut terdapat garis kotak-kotak yang dipisahkan menjadi dua bagian. Mirip papan catur tapi tanpa warna hitam dan putih. Bidaknya, menggunakan lempengan kayu berbentuk bulat. Diatasnya tertulis huruf Tiongkok. Itulah Xiang Ci atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai catur gajah.

Layaknya permainan catur konvensional, Xiang Ci juga memiliki raja, benteng, perdana menteri, patih hingga pion. Yang membedakan, di catur gaja ada meriam dan posisi raja yang tidak bisa bebas melangkah. Hanya di kotak bagian tengah. Ketika raja “dimakan” lawan, permainan berakhir.

Di Pulau Sumatera dan Kalimantan, catur gajah masih banyak dimainkan oleh warga Tionghoa. Terutama ketika kongko di warung kopi atau tempat santai lainnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar