R&B Grill Restaurant  Hadirkan Daging Steak Kelas Premium

SOLO – Keberadaan restoran steak sudah cukup banyak di Kota Bengawan. Masing-masing menjagokan keunggulan masing-masing, baik dari sisi rasa, kualitas bahan, penyajian, dan lainnya. Tak mau ketinggalan, R&B Grill Restaurant juga memiliki daya tarik tersendiri untuk menyasar pasar.

Kali pertama menginjakkan kaki di R&B Grill Restauran, nampak pemandangan yang tidak biasa. Barisan daging segar beku tertata apik di etalase. Berbagai macam keju, serta bahan-bahan makanan impor lain juga bisa dilihat pengunjung. Rupanya, pemilik resto sengaja membuat konsep terbuka. Sehingga selain bisa menyantap menu-menu makanan di resto, pengunjung juga dapat melihat langsung dan membeli bahan makanan impor di Meatshop & Groceries.

Marketing PT Jogja Kulina Utama (Indoguna Jogja) Nia Anggraeni mengatakan, dengan mengusung tema fresh, cozy, dan berkelas, R&B Grill Restaurant mengajak warga Solo untuk menikmati rasa daging steak kelas premium yang berasal dari Australia. Resto ini punya menu spesial yakni steak khas Amerika dan beberapa menu western lainnya.

“Menu lainnya antara lain, sandwiches, pasta, salad yang disajikan dengan sangat menarik,” tutur Nia saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di resto setempat di Jalan Kebangkitan Nasional No. 45 Solo kemarin (10/2).

Sementara itu, di Meatshop & Groceries menawarkan berbagai macam daging impor, mulai Australian Black Angus Beef, US Beef, Norwegian Salmon, US Seabass Fish, Wagyu Beef, hingga daging Kobe dari Jepang yang terkenal kelezatannya. “Konsep Meatshop & Groceries ini adalah one stop shopping. Jadi, konsumen dapat memilih sendiri daging yang akan dimakan. Kemudian, dimasak langsung di resto cuma menambah Rp 40 ribu per porsi untuk jasa masak,” terang Nia.

Executive Chef R7B Grill Restaurant Agus Santoso menambahkan, dalam penyajian steak akan menggunakan hot stone sebagai pengganti griller. Selain itu, cara pengawetan daging menggunakan metode alami,. Yakni, dengan digantung di dalam wadah atau ruangan bersuhu tak lebih dari 5 derajat celcius agar bakteri buruk tak berkembang. “Dengan cara digantung, darah keluar dengan sendirinya, bisa awet dengan enzim yang terdapat pada daging,” ujar Agus.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar