Curah Hujan Tinggi, Waspadai Potensi Bencana

SRAGEN – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sragen sepanjang awal bulan Februari memacu kewaspadaan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen. Termasuk mewaspadai kemungkinan kejadian luapan sungai Bengawan Solo dan longsor di sejumlah titik. Sedangkan early warning system (EWS) yang sempat ambrol awal bulan lalu masih terendam.

Kasi Kegawatdaruratan BPBD Sragen Giyanto menyampaikan, masih mengecek kondisi di lapangan terkait kemungkinan luapan air Bengawan Solo. ”Kami terus menghimpun informasi, dari TMA Jurug pukul 15.00 WIB elevasi mencapai 7.46, cuaca saat ini hujan deras disertai angin pukul 15.30 WIB,” terangnya, Rabu (15/2).

Menurutnya untuk anak sungai yang bermuara ke Bengawan Solo di Sragen tak ada masalah. Dari informasi yang dihimpun saat ini sungai Garuda, Mungkung dan Natan dalam kondisi normal. Dijelaskan, EWS atau alat pendeteksi banjir di Kedunggupit kondisinya hanya sebagian yang terlihat. Sisanya masih tertutup air aliran Bengawan Solo.

Kepala harian BPBD Sragen Dwi Sigit Kartanto menyampaikan, masyarakat di sekitar bengawan untuk tetap waspada. Mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Sragen mengakibatkan sungai Bengawan Solo rawan meluap. Sebelumnya sempat menggenangi lahan pertanian serta sebagian ruas jalan, pada Kamis (2/2) lalu.

Ditambahkan, curah hujan yang tinggi awal bulan ini sempat mengakibatkan longsor di bibir sungai di tiga titik lokasi. Yakni Dukuh Prayungan, Dukuh Cermo, dan Jembatan Sapen. Namun tidak menimbulkan korban jiwa.

”Masyarakat Kabupaten Sragen yang tinggal di sepanjang Sungai Bengawan Solo, diharapkan untuk selalu waspada. Jika terjadi tanda-tanda bencana, masyarakat bisa menghubungi Posko Siaga Bencana terdekat. Dapat juga menghubungi Posko Induk Siaga Bencana di Kantor BPBD Kabupaten Sragen,” terang Dwi Sigit.

Potensi bencana yang sering terjadi, di Sragen pada musim penghujan, adalah banjir, longsor, dan angin puting beliung. Berdasarkan pemetaan wilayah dari BPBD Sragen, potensi banjir dengan tingkat kerawanan cukup tinggi  adalah di wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo beserta anak sungainya.  ”BPBD Siaga selama 24 jam setiap hari, untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada masyarakat, jika terjadi bencana di seluruh wilayah Sragen,” ujarnya. (din/edy)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar