Sejenak Lupakan Sakit dengan Buat Kerajinan

SOLO – Anak-anak penderita kanker di rumah singgah Nenek Uti bergembira bersama kemarin (15/2). Mereka kedatangan tamu spesial yang menambah semangat menatap masa depan.

Duduk bersama lesehan di teras rumah Jalan Pratanggapati 8, No. 10b sudah cukup bagi anak-anak ini untuk bisa bergembira. Mereka dilatih anggota komunitas Crafter membuat aneka kerajinan. Diantaranya gantungan kunci berbahan kain perca.

Sambil mendengarkan arahan dari anggota komunitas, tangan-tangan mungil itu merangkai bahan-bahan yang telah disediakan. Della, gadis 15 tahun tersebut begitu senang bisa membuat bunga tulip dari kain perca. "Sedikit susah tapi menyenangkan," katanya.

Meskipun kehilangan satu kaki lantaran diamputasi akibat kanker tulang, Della tak hilang harapan. “Paling senang kalau ada acara seperti ini," ujar siswi kelas 3 SMP itu.

Pengurus komunitas Crafter Denok Marty Astuti menerangkan, pelatihan itu dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Internasional. "Kami ingin sedikit memberikan semangat kepada anak-anak. Agar mereka gembira lewat kegiatan ini," ujarnya.

Keahlian membuat kerajinan tersebut, nantinya diharapkan bisa bernilai ekonomis. “Kami hanya berbagai ilmu dan siap jika diminta membantu memasarkan produk kerajinan,” jelas Denok. 

Selain membuat kerajinan kain perca, komunitas Crafter mengajarkan anak-anak mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan menanam sayuran untuk dikonsumsi sendiri. "Pupuk kompos ini nantinya juga bisa dijual atau dipakai sendiri. Kan jadi lebih irit. Kami akan upayakan kegiatan ini bisa berjalan rutin setiap minggunya di berbagai lokasi berbeda," pungkas Denok. (ves/wa)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar