FLY OVER MANAHAN: PT KAI Inginkan Perlintasan Sebidang Ditutup Total

SOLO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap menginginkan perlintasan sebidang ditutup total untuk seluruh jenis kendaraan. Karena ke depan intensitas kereta api (KA) akan jauh lebih padat. Pemkot pun bereaksi dengan mewacanakan pembangunan underpass khusus kendaraan tidak bermotor di sekitar flyover.

“Kami tetap meminta perlintasan sebidang itu mati. Itu kondisi yang sangat ideal. PT KAI akan melakukan peningkatan pelayanan salah satunya adalah penambahan intensitas kereta di jalur itu. Dikhawatirkan kalau dibuka bahaya,” ucap Humas PT KAI Daop VI Jogjakarta Eko Budianto usai rapat koordinasi persiapan pembangunan flyover Manahan di balai kota, Selasa (14/2).

Pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Yulistiyanto dan diikuti perwakilan dinas perhubungan, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, PT KAI serta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) itu, PT KAI mendasari keiinginannya dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Regulasi itu mengatur larangan pembukaan perlintasan sebidang pada jalur KA.

Namun Eko menyadari kondisi ideal yang diharapkan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, secara keseluruhan, sistem penataan jalan dan transportasi di Indonesia khususnya Kota Solo belum masuk kategori baik.

Untuk itu, perlu waktu agar seluruh rencana pembangunan flyover dapat berjalan lancar.  “Kalau memang ini kesulitan, ya mau bagaimana lagi? Kita sendiri tidak bisa memaksakan demi kepentingan KAI saja. Maka dari itu masih perlu dibicarakan terus, setelah ini kita akan ada pertemuan lagi,” kata Eko.

Yang pasti, lanjutnya, PT KAI meminta ruang bebas cukup besar pada desain bangunan flyover yang melintas tepat di atas rel. Minimal ukuran ruang bebas lebar 25 meter dan tinggi 6,45 meter.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar