Hidupkan Industri Tumang, Kemenkop UKM Beri Pelatihan Koperasi

BOYOLALI – Kualitas Usaha Kecil Menengah (UMK) di sentra industri tembaga Tumang, Desa Cepogo,  memang sudah mendunia. Tetapi, masih perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) memberikan pelatihan kepada pelaku UKM di Tumang, kemarin (16/2).

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari (16-18/2), di Pendopo Ageng Boyolali. Dibuka Deputi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Koperasi KUMKM, Prakoso Budi Susetyo dan Bupati Boyolali, Seno Samodro. Didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Agus Partono.

Pelatihan bertujuan untuk menghidupkan koperasi bagi perajin tembaga di Tumang. Agar ke depan, setral kerajinan Tumang semakin kuat dengan adanya koperasi tersebut. Menurut, Budi Susetyo, pelatihan SDM UKM dibagi menjadi tiga komposisi. Yakni pelatihan perkoperasian, pelatihan vokasi, dan kewirausahaan.

Budi menambahkan, sertifikasi ekspor, keterampilan, dan koperasi harus diprogramkan. Mengingat saat ini sudah masuk era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). ”Ya, ini adalah tindak lanjut program KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor). Arahnya akan ada sertifikasi ekspor,” kata Budi dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali sangat mendukung sepenuhnya, industri logam di Tumang. Bahkan, bantuan Rp 1 Miliar bagi koperasi UKM Tumang siap dikucurkan. Apabila kuantitas dan kualitas ekspor dari Tumang meningkat.

”Industri yang sudah ekspor mosok bantuannya hanya puluhan juta. Ya Rp 1 miliar lah. Tapi ekspornya harus lebih banyak dan kualitasnya lebih baik,” tegas Seno disambut tepuk tangan meriah dari 210 peserta pelatihan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar