Arus Kendaraan di Terminal Ir Soekarno Klaten Dialihkan

KLATEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten melakukan rekayasa lalu lintas (lalin), dengan melakukan perubahan arus kendaraan di Jalan Ir Soekarno. Tepatnya di pintu masuk bus ke Terminal Ir Soekarno. Kendaraan bermotor dari arah Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah ke arah jalan by pass harus melewati jalan yang masih masuk dalam kawasan Terminal Ir Soekarno. Hal ini membuat para pengendara tak bisa melewati jalan di depan pintu masuk terminal bus.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Klaten di lapangan sejumlah para pengendara motor dari Kelurahan Buntalan ke jalan by pass masih tampak ragu-ragu untuk membelok ke jalan kawasan Terminal Ir Soekarno tersebut. Padahal Dishub Klaten dengan jelas sudah memasang rambu-rambu lalu lintas untuk belok ke arah kiri. Sedangkan arus kendaraan dari jalan by pass menuju Kelurahan Buntalan masih berlaku seperti biasanya.

“Sebenarnya perubahan arus kendaraan motor ini sudah diterapkan sejak akhir Januari 2017 lalu. Dimana pengendara dari arah Kelurahan Buntalan harus melewati jalur lingkar yang masih satu kawasan dengan Terminal Ir Soekarno. Perubahan arus kendaraan ini berlaku untuk selamanya,” papar Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRL) Dishub Klaten, Wagiyo Gambir, kemarin (14/2).

Wagiyo mengakui, jalan yang berada di depan pintu masuk bus Terminal Ir Soekarno dinilainya sangat berbahaya. Pasalnya, sebelum diberlakukan perubahan arus kendaraan, aktivitas keluar masuk bus seringkali bersinggungan dengan kendaraan motor dari arah Kelurahan Buntalan ke arah jalan by pass. Hal ini menjadikan beberapa kali kendaraan motor hampir bertabrakan dengan bus yang keluar masuk terminal.

“Karena itu mulai akhir Januari kita lakukan perubahan arus kendaraan khususnya dari arah Kelurahan Buntalan menuju ke jalan by pass. Terlebih pada jam-jam padat seperti berangkat maupun pulang sekolah maupun kerja. Apalagi jalan makin sempit sehingga diperlukan perubahan arus kendaraan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Tengahan, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Petriyani, 25, yang setiap harinya melintasi jalan tersebut mengatakan, dirinya kurang sependapat atas perubahan arus kendaraan tersebut.

“Sebenarnya arus kendaraan belum cukup padat. Ini terlalu terburu-buru adanya perubahan arus kendaraan. Apalagi dengan melintasi jalur lingkar yang masuk ke terminal membuat waktu tempuh bertambah karena harus memutar. Lebih baik diberlakukan tetap jalur satu arah di depan pintu masuk bus,” ungkap Petriyani. (ren/edy)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar