Banjir, Anggota SAR BPBD Boyolali Hanyut
BERITA TERKAIT

BOYOLALI – Banjir di Dusun Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono tadi malam membawa korban. Toni Arifin, 30, anggota Search And Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali tak terselamatkan setelah terseret air drainase di Jalan Raya Solo-Semarang, tepatnya di depan kantor cabang BRI Banyudono.

Sebelum kejadian, warga Dusun Ngrancah, Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk itu bersama anggota SAR lainnya berusaha mengevakuasi warga yang rumahnya terendam setinggi sekitar 1 meter.

Setelah itu, Toni berjalan di trotoar depan kantor cabang BRI Banyudono dari arah timur ke barat. Dia tak menyadari di depannya ada selokan yang airnya meluber dan menduganya masih di atas trotoar.

Toni langsung terperosok ke dalam selokan yang airnya cukup deras.  Agus Mustalifi, 29, office boy (OB) BRI Banyudono dan M. Idris Efendi, 19, penjual ban berusaha memberikan pertolongan dengan meraih tangan Toni tapi gagal.

Setelah pencarian selama satu jam, Toni ditemukan di sekitar kantor Polsek Banyudono atau sekitar 500 meter dari tempatnya terperosok. Tapi sayangnya, dia sudah tak bernyawa. Jasad Toni kemudian dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali.

Kapolsek Banyudono AKP Bambang Kadarisman menjelaskan, Toni ditemukan di depan PT Delta Merlin atau sebelah barat kantor Polsek Banyudono. “Terbawa arus sekitar 500 meter. Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, Agus Saputra warga sekitar menuturkan, selain menggenangi rumah warga, banjir juga menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Solo-Semarang ikut tersendat. Banjir diperkirakan berasal dari limpahan air di area persawahan sisi barat desa setempat. (wid/wa)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar