Jalur Lama Tawangmangu Dibuat Searah

KARANGANYAR – Bus Solaris Jaya yang terjun ke jurang di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu dan menewaskan enam orang penumpangnya menjadi fokus perhatian pemkab dan Polda Jateng. Rencananya, di jalur maut tersebut dibuat satu arah dan dilarang dilintasi bus, truk, serta kendaraan besar lainnya.

Kemarin, Polres Karanganyar bersama direktorat lalu lintas (ditlantas) Polda Jateng menggelar olah tempat kejadian perkara menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA). Ikut dalam kegiatan itu dinas perhubungan, perumahan, dan kawasan permukiman Karanganyar, serta balai pelaksana teknis jalan wilayah Surakarta bina marga DPU Provinsi Jateng.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Joko Mulyono mengatakan, turunan tajam dan tikungan di lokasi kecelakaan akan dipasang pengaman (guardrail) dengan menggandeng Polres Karanganyar, serta penambahan rambu lalu lintas.

Termasuk menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menjadikan jalur lama yang menuju Cemoro Kandang atau Sarangan menjadi satu arah. Sedangkan kendaraan dari Cemoro Kandang dilewatkan jalur baru yang dinilai relatif lebih aman.

“Kita sudah berkoordinasi (dengan Satlantas Polres Karanganyar, Red) agar jalur lama menjadi searah dari bawah. Portal akan kita pasang diperlintasan antara jalur lama dan baru. Khusus (kendaraan, Red) dari atas, harus mengikuti jalan yang melingkar itu. Jangan sampai menerabas menuju jalan baru,” beber Joko.

Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Ahdi Rizaliansyah memaparkan, penggunaan TAA tersebut untuk mengukur bekas goresan ban dan disinkronkan dengan kondisi jalan. Cara itu bisa mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Kecepatan bus juga dapat diukur.  ”Kami masih melakukan analisis penyebab pasti kecelakaan. Namun dugaan awal karena rem blong,” urai Ahdi.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar