Kalkun Panggang Superlembut

Pernahkah anda mencicipi olahan daging kalkun? Mungkin sebagian orang belum pernah merasakan daging ini dengan berbagai alasan. Misalnya, karena belum banyak restoran yang menyajikan daging kalkun atau lantaran malas dengan seratnya yang dikenal cukup keras dibandingkan daging ayam.

Executive Chef The Sunan Hotel Solo Eko Edy P. ingin memberikan pengalaman berbeda dalam menyantap olahan daging kalkun yang tetap empuk. “Saya memilih daging kalkun karena belum banyak orang yang mencicipi,” tutur Chef Eko kepada Jawa Pos Radar Solo.

Untuk membuat kalkun panggang, diakui Chef Eko, tak terlalu rumit. Namun, memang butuh waktu lebih lama dalam pengolahan, mengingat tekstur daging kalkun yang lebih keras.

“Setelah daging kalkun dibersihkan, lalu dilumuri garam, lada hitam, dan beberapa rempah lain. Saya juga membaluri dengan olive oil dan menambahkan beberapa sayuran agar rasa lebih sedap,” jelas Chef Eko.

Daging lalu dimasukkan dalam oven dengan suhu 220 derajat celcius selama 30 menit. Setelah itu, suhu diturunkan menjadi 190 derajat celcius dan ditunggu sampai matang. Sembari memanggang, sesekali dioleskan mentega cair.

Sebagai pendamping daging kalkun panggang, ada saus gravy yang biasa disandingkan pada hidangan steak dengan sensasi rasa asam, manis, dan gurih. Saus gravy dibuat dari mentega yang dicairkan, ditambah tepung terigu, kaldu ayam dan saus worchestershire.

Tak cukup sampai di situ, Chef Eko juga menambahkan tumisan sayur dan mashed potatoe dalam piring sajian. Dengan olahan yang tepat, tak ada ceritanya daging kalkun berserat keras. Yang ada, olahan daging kalkun ini terasa empuk, sangat mirip dengan daging ayam. (gis/ria)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar