Truk Semen Langgar Tonase Bakal Ditindak Tegas

WONOGIRI - Bupati Wonogiri Joko Sutopo meminta masyarakat melaporkan kepada pemkab jika menemui pelanggaran tonase angkutan berat, khususnya semen. Hingga saat ini, pihak distributor telah kooperatif dengan melangsir pengangkutan semen menggunakan truk-truk kecil. 

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut larangan pemkab terhadap truk semen bertonase lebih dari 8 ton melintas di jalan Wonogiri. “Kami tetap tegas. Kalau ada pelanggaran, silakan informasikan kepada kami,” kata Jekek, Rabu kemarin (8/3).

Menurut Jekek, pihak distributor semen hingga saat ini sudah kooperatif. Dari gudang sudah diangkut menggunakan truk-truk kecil. Kemudian, pemkab mendorong bagi distributor yang belum mempunyai gudang di Wonogiri untuk bekerja sama dengan pemerintah.

“Kami tidak mau jalan yang bukan kelasnya dipakai transportasi tronton bertonase besar. Kami maunya pendistribusian semen ke toko material menggunakan truk kecil. Kami membuka peluang kerja sama kepada semua pihak selama memenuhi aturan-aturan,” terangnya.

Seperti diketahui, truk bertonase lebih dari 8 ton resmi dilarang melintas di jalan Wonogiri sejak akhir Februari lalu. Kebijakan ini diambil lantaran banyak jalan yang rusak akibat lalu-lalang kendaraan yang melebihi tonase.

Kepala Dinas Perhubungan Ismiyanto menegaskan bahwa sejak Jumat (17/2), kendaraan bertonase lebih dari 8 ton dilarang melintas di jalanan Wonogiri. Kebijakan ini akhirnya diambil setelah pemkab menggelar pertemuan dengan para distributor semen.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar