Satpol PP Sukoharjo Sikat 209 Bungkus Rokok Ilegal

SUKOHARJO – Sebanyak 209 bungkus rokok ilegal berhasil diamankan Satpol PP Sukoharjo dari kios milik Endang Wijianto, warga Dusun Klodangan, Desa Menuran, Kecamatan Baki kemarin (9/3). Tidak hanya menggelar razia, namun petugas juga menempel stiker agar.

Tim gabungan yang melakukan operasi rokok kemarin terdiri dari Satpol PP Sukoharjo dan Jateng, Bea Cukai Surakarta, disperindagkop UKM, bagian perekonomian, bagian hukum, Bagian Humas Setda Sukoharjo serta muspika setempat. Dari hasil razia tersebut, ditemukan sebanyak 209 bungkus rokok ilegal dari berbagai merek.

Penjual rokok ilegal tersebut melanggar pasal 54 UU No. 11 Tahun 1995 jo UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan Perbup No 49 Tahun 2016. Sanksi administratif berupa peringatan. Sementara bila masih nekat menjual terkena sanksi pidana dengan ancaman pidana penjara 1 - 5 tahun dan atau pidana denda 2 - 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Kabid Penegakan Perda Sunarto mengatakan, dalam operasi kemarin, tim juga memberikan edukasi kepada penjual dan warga sekitar tentang rokok ilegal. ”Warga diminta lebih teliti dalam membeli rokok. Ketika menjumpai ada rokok ilegal bisa langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.

Kasi Penindakan Satpol PP Jawa Tengah Siswadi Suryanto mengatakan, sebagai institusi penegak peraturan daerah, pihaknya mengajak masyarakat untuk senantiasa sadar akan ketentuan cukai. Karena ketika membeli rokok ilegal, sama saja mereka telah merugikan negara dari penerimaan cukai.

”Agar warga bisa menyadari bahwa dengan membeli rokok ilegal, sama saja dengan tidak taat kepada aturan. Karena itu, bagaimana mengenali rokok ilegal, juga harus dipahamkan kepada warga,” tuturnya.

Early Brassinga dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Surakarta menjelaskan, para pedagang yang terbukti menjual produk rokok ilegal diberikan peringatan, pembinaan dan dilakukan penyitaan barang bukti. Langkah ini sesuai dengan kewenangan yang dimiliki satpol PP. Sedangkan kewenangan melakukan penindakan berada pada aparat Bea Cukai. (yan/bun)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar