Sertifikat Diakui Eropa, Terbuka Peluang Ekspor Kayu

BOYOLALI - Peluang ekspor kayu dan produk kayu Indonesia ke Uni Eropa (UE) masih besar. Sebab, negara lain yang sertifikasinya belum diakui terpaksa harus melewati prosedur ketat, bahkan beberapa di antaranya ditolak masuk.

 

Directorate General For National Export Devolopment (DGNED) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Marolop Nainggolan mengatakan, kayu yang masuk dari Indonesia tersebut sudah bisa dipastikan berasal dari kayu legal. Sedangkan negara eskportir kayu dan produk kayu negara lain harus melewati sejumlah proses pemeriksaan ulang.

“Impor yang masuk dari Indonesia kami anggap sudah clear, karena sudah ada pengakuan Uni Eropa pada sertifikasi kayunya. Jadi impor dari Indonesia sudah lebih diakui dan dianggap memenuhi standar Eropa,” kata Marolop saat mendampingi perwakilan Import Promotion Desk (IPD) di perusahaan kayu lapis di Boyolali, kemarin (9/3).

Produk kayu dari Indonesia tak perlu lagi mengeluarkan biaya jika ada pemeriksaan untuk persyaratan masuk atau penolakan. Sebab, konsumen di UE sangat komitmen dengan asal produk kayu tersebut.  “Apakah menggunakan kayu dari hutan atau dari pertani,” kata Marolop.

Dengan demikian, potensi pasar di UE, khususnya Jerman masih sangat besar. Namun, selama ini produk kayu Indonesia belum masuk ke pasar UE, karena masih kalah jauh dengan negara-negara lain yang memiliki sertifikat dari sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK).

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar