Sibuknya Pasangan Pengantin Laporkan Pernikahan ke Dispendukcapil

KLATEN - Sejak Januari 2017, pemerintah memberlakukan peraturan pencatatan perkawinan nonmuslim dengan datang langsung ke kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil). Bagaimana prosesnya?

Pagi kemarin, Tri Haryanto, 26, dan Dwi Martaningtyas, 25, kerap menebar senyum menandakan mereka bahagia. Sebab, mereka baru saja resmi menjadi pasangan suami istri (pasutri) setelah melalui pemberkatan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gantiwarno.

Mereka tampak serasi mengenakan baju adat pengantin khas Jawa dan menjadi perhatian ketika mendatangi kantor disdukcapil untuk mencatatkan perkawinannya dan mendapatkan akta pernikahan.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Dalam peraturan tersebut disebutkan, pasutri nonmuslim mempunyai kewajiban datang ke kantor disdukcapil melaporkan pernikahan.

Sedangkan pencatatan bagi pengantin muslim tetap di Kantor Urusan Agama (KUA). Haryanto yang kini tinggal di Desa Kebonpedes, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, tidak keberatan dengan peraturan baru tersebut.

“Tidak apa-apa, setuju saja dengan peraturan yang baru ini. Selain saya bisa ketemu dengan petugas dari dispendukcapil, saya menjadi bisa mengerti dan jelas terkait tahapan pencatatan perkawinan. Sama sekali tidak menyita waktu karena ini hanya saya lakukan sekali seumur hidup,” beber Haryanto.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar