Dewan Adat Tersudut, Polda Panggil Gusti Moeng Cs
BERITA TERKAIT

SOLO – Rampung melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah dokumen terkait pemberian kekancingan (sertifikat gelar), hari ini, Senin (17/4), Polda Jateng menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga kerabat Keraton Kasunanan Surakarta dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen kekancingan.

Mereka adalah GPH Puger, GKR Wadansari (Gusti Moeng), serta KP Winarno Kusumo. “Kita lakukan (pemeriksaan, Red) agar kasus ini segera rampung,” jelas Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol R. Djarod Padakova ditemui di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (16/4).

Selain ketiga orang tersebut, lanjut Djarot, polisi juga memeriksa 16 orang saksi dari pihak pelapor. Itu guna menindaklanjuti laporan dari pihak PB XIII Hangabehi dengan nomor 166 yang diterima Polda Jateng Senin (10/4).

Suami Gusti Moeng, Eddy Wirabhumi menegaskan, pihaknya siap memenuhi panggilan Polda Jateng. “Kita konsisten dengan apa yang terjadi ke depan. Karena belum tentu pihak kita melakukan itu (tuduhan pemalsuan dokumen kekancingan, Red),” ungkap Eddy yang juga ketua eksekutif lembaga hukum Keraton Kasunanan Surakarta.

Menurut Eddy, Winarno Kusumo lebih dulu memberikan keterangan di Polda Jateng sejak Sabtu (15/4). “Diperiksa sampai malam. Cuma karena ada urusan di gereja, beliau mohon pamit. Besok (hari ini, Red) baru dilanjut lagi (pemeriksaan, Red). Kita juga sedang melakukan konsultasi dengan bagian hukum,” ungkap Eddy.

Terkait pemberian gelar oleh Lembaga Dewan Adat, Eddy mengatakan, bukan merupakan rangkaian upacara adat Tingalan Dalem Jumenengan. Selain itu, pemberian gelar dilakukan melalui wisuda dan sudah berlangsung secara turun temurun. Gelar tersebut diberikan kepada pihak di luar keraton dan para abdi dalem yang memiliki kinerja baik.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar