Yang Sering Membuang Sampah Sembarangan Wajib Baca Ini, Menginspirasi..

KLATEN - Keprihatinan Agung Seira, 32, terhadap kondisi Kali Bajing di Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan yang dipenuhi sampah memacu pengelolaan sungai melalui pengembangan keramba ikan tawar. Lantas misi apa yang sebenarnya dibawa Agung?

Sepanjang dua kilometer wilayah Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan dilintasi sungai yang dikenal dengan sebutan Kali Bajing. Sayang, air yang mengalir di sungai ini didominasi warna coklat, karena berdekatan dengan lahan persawahan.

Menariknya, pada salah satu sisi sungai tersebut terdapat semacam keranjang berbentuk kotak terbuat dari bilah kayu. Ukuran lebarnya 1 meter dan panjang 4 meter dengan ketinggian 1 meter. Didalamnya berisikan ratusan bibit ikan Nila dan Bawal yang sengaja dibudidayakan dengan mengandalkan aliran air Kali Bajing.

Keberadaan keramba yang digunakan untuk membudidayakan ikan tawar tak bisa dilepaskan dari kontribusi pemuda setempat. Salah satunya Agung Seira, 32, warga Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan yang selama ini getol dengan pengembangan keramba ikan tersebut.

“Keramba ikan ini berawal dari obrolan anak muda di kampung kami yang merasa prihatin dengan kondisi Kali Bajing. Banyak sampah rumah tangga, seperti plastik hingga popok bayi bisa ditemukan disana. Hal ini membuat lingkungan di sekitar sungai menjadi sangat kotor,” papar Agung saat ditemui dikediamannya, Selasa (18/4).

Kondisi itu membuat Agung bersama pemuda lainnya di Desa Pakahan, terpacu mengembalikan kualitas air di Kali Bajing. Salah satu stimulannya dengan melakukan pengembangan ikan tawar memanfaatkan aliran Kali Bajing sebagai langkah awal. Guna mendukung pengembangan ikan itu juga dilakukan pembendungan tanpa menutup sepenuhnya sehingga air masih dapat mengalir.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar