Pertama Disentuh Hairdresser, Lansia Tampil Cling

SOLO – Cewek fashionista pergi ke salon atau perawatan rambut, tentu sudah biasa. Namun, bagaimana jika rambut putih nenek-nenek di panti jompo disentuh oleh para hairdresser? Wah, bisa jadi nenek-nenek tersebut akan tampil makin cling.

Kegiatan memangkas dan menata rambut nenek-nenek digelar para hairdresser di Panti Jompo Aisiyah, Jalan Pajajaran III, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari kemarin (18/4). Bak ibu-ibu salon, para lanjut usia (lansia) itu duduk sambil dipasang kain penutup badan warna merah.

Rambut yang sudah dominan warna putih pun dijepit dan diambil sedikit demi sedikit untuk dipangkas. Ada yang request agar rambutnya dipotong superpendek, ada pula yang minta dirapikan saja. Sesekali mereka mengibas-kibaskan rambut sambil mematut-matut di depan cermin dengan gaya rambutnya.

Salah seorang penghuni panti Mbah Poniyem, 62, mengatakan, selama ini ia tidak pernah memangkas rambutnya di salon maupun tempat khusus perawatan rambut. Oleh karena itu, ketebalan rambut pun terlihat tidak rata antara satu sisi dan sisi lainnya.

”Biasanya saya potong sendiri kalau sudah panjang. Soalnya risih kalau kepanjangan,” terang lansia asal Blitar.

Di sisi lain, salah seorang hairdresser Rahma mengaku, ia sempat kewalahan lantaran mayoritas lansia memiliki volume rambut yang tidak rata. Sehingga agak susah untuk merapikan. ”Soalnya krowak-krowak potongannya,” ujar Rahma.

Supervisor Educator Matrix Java Agung Prasetya mengungkapkan, acara potong rambut bersama baru kali pertama digelar di Kota Bengawan. Lantaran profesinya sebagai hairdresser, tentu pelayanan pangkas gratis menjadi menu utama dalam kegiatan sosial tersebut.

”Namanya bakti sosial komunitas salon, acara intinya tentu layanan potong rambut dari puluhan hairdresser. Selain itu, juga ada penyerahan bantuan sembako untuk penghuni panti,” papar Agung.


Pihaknya berharap, acara serupa akan bergulir setiap tiga atau enam bulan sekali sebagai bentuk kasih pada sesama di berbagai panti lainnya. ”Ya ini bentuk kepedulian teman-teman hairdresser. Sebab, penghuni panti sudah lanjut usia dan banyak yang tak bisa ke salon untuk merapikan rambutnya,”  jelasnya.

Pengurus Panti Aisyiyah Agus Setiawan menuturkan, bakti sosial berupa pangkas rambut kepada penghuni panti baru kali pertama dilakukan. Biasanya kegiatan sosial yang digelar berupa bersih-bersih, bagi-bagi bantuan, dan lainnya. ”Ini menunjukkan kepedulian masyarakat kepada janda miskin, terlantar, dan tak punya keluarga yang dirawat di tempat ini,” pungkas Agus. (ves/ria)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar