Petani Tembakau Beralih Menanam Padi

SUKOHARJO – Petani di Kecamatan Gatak lebih memilih menanam padi dibandingkan tembakau. Sebab, stok air masih melimpah. Akibatnya terjadi penurunan jumlah produksi tembakau di  wilayah tersebut.

Petani asal Desa Sanggung, Kecamatan Gatak Jumadi mengatakan, sudah dua kali tanam ini memilih menanam padi dibandingkan tembakau. Penanaman padi dilakukan karena melihat kondisi air masih melimpah. Selain itu juga sering turun hujan hampir setiap hari dengan intensitas tinggi.

Kondisi tersebut tak bisa dipaksakan untuk menanam tembakau, karena rawan gagal. Sebab tembakau merupakan tanaman kering dan tak membutuhkan banyak air. Selain itu apabila sering terkena hujan, justru akan menurunkan kualitas bahkan membusuk.

Pilihan menanam padi dikatakan Jumadi juga dilakukan oleh mayoritas petani lainnya. Sebab petani berharap bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan menanam padi. Apabila memaksakan menanam tembakau maka kemungkinan bisa merugi.

”Biasanya memang tanam tembakau, tapi sekarang sudah dua kali tanam ini pilih tanam padi. Petani yang menanam tembakau sekarang turun drastis. Padahal Kecamatan Gatak jadi sentra tanaman tembakau,” jelas Jumadi.

Jumadi mengaku baru saja melakukan tanam padi musim tanam II (MT II) beberapa waktu lalu. Sebelumnya panen MT I sudah dilakukan pada pertengahan Maret. ”Sawah hanya diistirahatkan setengah bulan, kemudian langsung tanam padi lagi,” lanjutnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar