Halo Pak Rudy, SMPN 12 Kekurangan Guru Pendidikan Khusus!

SOLO – Semangat pemkot dalam menunjuk sekolah inklusi tak sebanding dengan penyediaan guru pendidikan khusus (GPK) sebagai pendamping siswa berkebutuhan khusus. Bahkan, diantara belasan siswa dengan kebutuhan khusus yang berbeda-beda, hanya tersedia dua GPK sebagai pendamping.

 

Kasus ini terjadi di SMPN 12 Surakarta. Kepala SMPN 12 Ari Kristiati mengatakan, sekolahnya menjadi salah satu rujukan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Saat ini ada 15 siswa inklusi. Sayangnya, jumlah GPK di SMPN 12 hanya terbatas.

 

”Di sini hanya ada dua GPK. Sebenarnya kami sudah mengajukan ke dinas (dinas pendidikan) untuk penambahan GPK. Tapi karena belum ada, ya kami harus menunggu,” ucap Ari kepada wartawan kemarin (19/4).

 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar