LSM Topan Tengarai 47 Proyek di Sragen Dimonopoli

SRAGEN – Proses lelang 47 paket proyek infrastruktur di Sragen lewat Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Sragen ditengarai ada monopoli. Ada indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh pihak oknum pejabat terkait. Pasalnya, masih ada kontraktor yang seharusnya tidak lolos kualifikasi tetap masih berlanjut.

Menurut Ketua Divisi Tim Operasional Pengawas Aset Negara (Topan) Jawa Tengah Dawam mengatakan, ada mekanisme lelang yang tidak benar dan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku.

”Adanya beberapa aduan dan informasi beberapa peserta lelang proyek binamarga tahun anggaran 2017. Adanya indikasi penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan beberapa pejabat terkait,” terang Dawam.

Salah satu indikasi tersebut yakni berupa syarat yang ditentukan dalam spesifikasi teknis diharuskan menggunakan besi wire mesh sesuai ketentuan SNI 07-0663-1995. Artinya bahwa seluruh dukungan dari produsen maupun distributor harus dilampiri sertifikat dan brosur yang sesuai dengan persyaratan, sebagai bukti penyedia jasa.

Tetapi yang aneh justru banyak penyedia jasa yang tidak melampirkan sertifikat SNI dan brosur dalam surat dukungan sesuai syarat yang ditentukan malah diundang klarifikasi.

”Seharusnya jika tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut otomatis dinyatakan gugur. Namun faktanya malah terbalik. Mereka yang mampu memenuhi persyaratan itu tidak mendapat undangan klarifikasi. Sementara yang tidak memenuhi syarat malah diundang,” bebernya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar