Gugatan Pasar Babadan Dicabut Penggugat

KLATEN – Tensi kasus sengketa lahan Pasar Babadan di Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari, dengan luas 4200 meter persegi mulai menurun. Hal itu dikarenakan adanya pencabutan gugatan secara sepihak atas nama Suratno dan Slamet Siswodiharjo, kepada ratusan pedagang pasar dan kepala desa, kemarin (20/4). Meski begitu, permasalahan sengketa lahan tersebut belum selesai, dikarenakan pencabutan hanya untuk memperbaiki berkas-berkas gugatan.

”Memang benar ada pencabutan gugatan atas nama kedua-duannya (Suratno dan Slamet Siswodiharjo). Alasannya masih perlu perbaikan-perbaikan (berkas) saja,” ucap kuasa hukum penggugat, Suraji kepada Radar Klaten kemarin (20/4).

Menurutnya, sebagai penggugat sah-sah saja melakukan pencabutan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Klaten. Pasalnya, pencabutan gugatan tersebut sudah sesuai dengan hukum acara.

Ia mengatakan, pencabutan tersebut hanya bersifat sementara. Ia menegaskan bahwa pihaknya mewakili penggugat akan tetap melakukan gugatan kepada para pedagang yang sudah menempati lahan milik kliennya tersebut.

Tetapi saat ditanya apakah akan mengajukan gugatan yang sama, pihaknya enggan memberikan penjelasan. ”Kan bisa mengajukan gugatan lagi karena kami hanya melakukan perbaikan saja. Bisa jadi kami besok maupun sebulan lagi bisa memasukan gugatan kembali. Itu kan bagian dari hak kami. Tunggu besok saja kalau kami masukan (materi gugutan yang diajukan),” jelas Suraji.

Meski begitu, Ia tidak menampik segala kemungkinan selama perbaikan berkas gugatan adanya itikad perdamaian antar kedua pihak. Pada dasarnya pihaknya juga mau diajak untuk mengakhir permasalahan tersebut dengan damai. Namun pihaknya ingin melihat terlebih dahulu bentuk perdamaian antar kedua pihak seperti apa.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar