20 Ribu Lahan di Sragen Terancam Sulit Air
BERITA TERKAIT

SRAGEN – Memasuki musim kemarau, Dinas Pertanian (Dispertan) Sragen mengimbau petani agar mempersiapkan bibit tahan air di 20 ribu hektare sawah non irigasi. Pasalnya, pasokan air diprediksi akan berkurang, sehingga harus diantisipasi sejak awal agar petani tidak rugi.

Kepala Dispertan Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari mengatakan, dari total luas lahan pertanian sebesar 39 ribu hektare, yang merupakan sawah irigasi sekitar 19 ribu hektare saja.  Sedangkan 20 ribu hektare merupakan sawah non irigasi. Karena itu, diupayakan pengairan melalui waduk dan embung agar produktifitas pertanian dapat terus berjalan.

”Sumur dan embung memang cukup banyak, namun jika dilihat perbandingannya jelas kurang dengan luasan lahan,” terangnya kemarin (16/5).

Dengan kondisi ini, petani diharapkan mempersiapkan bibit varietas tahan air. Selain itu, berbagai alternatif tanaman palawija yang lebih tahan menggunakan sedikit air juga perlu dilakukan. Termasuk menghindari lahan tidak produktif selama musim kemarau.

Saat ini pihaknya mengupayakan produksi pertanian tetap lancar sesuai dengan target. Seperti tahun sebelumnya target untuk target hasil gabah kering sebesar 650 ribu  ton gabah kering. ”Ini menjadi tantangan, karena sejauh ini lahan selalu berkurang,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Sragen Boghy Yeano Wibowo mengatakan, untuk pertanian, pemkab sudah menyampaikan usulan tambahan solar untuk usaha pertanian sebagai langkah antisipasi musim kemarau. ”Permintaan solar untuk pertanian biasanya meningkat pada musim kemarau, untuk itu kami usulkan penambahan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Pasokan solar tahun ini 70.524 kiloliter. Sedangkan pertimbangan kenaikan lantaran pihaknya melihat adanya pertumbuhan pembelian kendaraan roda empat. Selain itu ada pertimbangan penggunaan solar yang meningkat seiring digunakannya solar untuk alat dan mesin pertanian (alsintan). ”Kendaraan semakin banyak, demikian alsintan seperti traktor dan sumur bor menggunakan solar,” ujarnya. (din/bun)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar