Sidang Diksar Maut Mapala UII Dijaga Puluhan Polisi

KARANGANYAR – Hari ini, dua tersangka tindak kekerasan pada pendidikan dasar (diksar) mahasiswa pecinta alam (mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Wahyudi alias Yudi dan Angga akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar.

Untuk menjamin kelancaran sidang, Polres Karanganyar mengerahkan sedikitnya 50 anggota pengendali massa (dalmas). Mereka akan disebar di dalam dan luar gedung pengadilan.

Pengamanan cukup ketat tersebut mengingat kasus kekerasan diksar mapala UII Jogjakarta cukup menyita perhatian publik. Apalagi, saat reka ulang adegan di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, tersangka tidak dihadirkan sehingga membuat penasaran keluarga korban.

“Tidak menutup kemungkinan kerabat korban bakal datang menyaksikan persidangan itu,” ujar Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Wakapolres Kompol Prawoko, Rabu (17/5).

Pejabat Humas PN Karanganyar Mujiono menyatakan, tidak ada persiapan khusus dalam sidang tersebut. “Memang perkara itu ramai di publik. Tapi, persiapan kita seperti biasa saja. Yang jelas kami siap untuk menyidangkan,” jelas dia. Sidang tersebut akan dipimpin Mujiono didampingi dua hakim anggota yakni Muh. Nafis dan Veny Wahyu.

Sementara itu, segera menyusul senasib dengan Wahyudi serta Angga, yakni enam tersangka baru dalam kasus serupa. Mereka adalah DK alias J, NAI alias K (Perempuan), HS alias G, TN alias M, RF alias K, dan TAR alias L.

Namun, pemeriksaan terhadap keenamnya, Senin (15/5) tertunda karena mereka mangkir. Tidak ada keterangan jelas para tersangka tersebut tidak memenuhi panggilan polisi. Polres Karanganyar sudah menyiapkan surat pemanggilan kedua untuk hadir pada pemeriksaan Jumat (19/5). (rud/wa)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar