Nostalgia Hubungan Warga Dua Kabupaten yang Terpisah karena WGM

Hubungan batin warga Wonogiri dengan warga Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat tidak bisa terpisahkan. Karena, banyak transmigran asal Kota Sukses ini sekarang menjadi tokoh dan pejabat di kabupaten hasil pemekaran ini. Kedua daerah pun bertekad menjalin kerja sama di sejumlah bidang. Bagaimana suasana “reuni” dua daerah ini?

Rombongan wakil rakyat dan pejabat Dharmasraya kemarin mengunjungi Wonogiri. Sejumlah wakil rakyat berasa kembali ke kampung halaman, setelah belasan tahun meninggalkan Wonogiri. Namun, kali ini dalam rangka studi banding.

Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, kedua kabupaten mempunyai ikatan sejarah yang sangat kuat. Pasalnya, ribuan keluarga dari Wonogiri pernah ditransmigrasikan ke Kabupaten Dharmasraya sekitar 1976-1978 silam. 

“Dulu bedol desa karena tempat tinggalnya hendak dijadikan Waduk Gajah Mungkur,” kata Setyo Sukarno usai menerima kunjungan dari DPRD Dharmasraya, kemarin. 

DPRD Dharmasraya memilih Wonogiri sebagai tujuan studi banding karena Wonogiri telah menetapkan Raperda Pendidikan. Selain itu, DPRD Wonogiri juga mengundang mereka dalam rangka HUT ke-276 Kabupaten Wonogiri. 

“Saya berharap ke depan ada kerja sama yang lebih konkret. Misalnya di bidang pariwisata dan perdagangan. Kami bisa jual tiwul ke sana, karena sekitar 35 persen dari 200 ribu penduduk Kabupaten Dharmasraya kini merupakan keturunan Wonogiri,” terangnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar