Kirab Gunungan Gairahkan Potensi Dusun Soran, Klaten

KLATEN – Dusun Soran, Desa Duwet, Kecamatan Ngawen selama ini dikenal sebagai desa wisata yang menawarkan keindahan alam dan tradisi budayanya sejak 2010 lalu. Tapi kini kegiatan kepariwisataan di Dusun Soran vakum, karena potensinya yang minim pengembangan. Hal itu diutarakan Kepala Desa Duwet, Suyono di sela acara tradisi sadranan di Dusun Soran.

“Dusun Soran dikenal sebagai desa wisata, tapi untuk sementara mengalami kevakuman. Kendalanya terletak pada potensi yang kami miliki kurang bisa diandalkan. Selama ini hanya bisa menampilkan potensi tradisi budaya. Seperti wayang kulit, jathilan dan tari-tarian gambyong,” papar Suyono saat ditemui Jawa Pos Radar Klaten, Rabu (17/5).

Perkembangan desa wisata di Klaten yang terus bermunculan dan berkembang dengan segala inovasinya membuat Dusun Soran ikut berbenah. Salah satunya tetap mempertahankan tradisi sadaranan dengan menggelar kirab berupa gunungan yang berisikan hasil bumi warga setempat. Seperti yang terlihat pada Rabu siang (17/5) kemarin, tiga gunungan dikirab mengelilingi kampung disertai tabuhan alat musik serta penampilan drum band.

Tradisi kirab gunungan tersebut sudah dilakukan di desanya kurang lebih sejak 10 tahun. Tradisi yang ditampilkan itu sebagai salah satu strategi untuk menarik perhatian masyarakat agar mendatangi Dusun Soran.

“Tahun ini kami ingin menggairahkan kembali kegiatan pariwisata di Dusun Soran maupun desa secara keseluruhan. Anggaran dari dana desa untuk mendukung kegiatan kepariwisataan di desa kami sebesar Rp 50 juta. Dana itu kita gunakan untuk pembenahan fasilitas penunjang seperti Flying Fox yang selama ini sudah ada, akan kita bongkar lalu diperbaiki kembali,” jelas Suyono.

Diharapkan berbagai kebudayaan tradisional membuat masyarakat dari luar desa berbondong-bondong datang menikmati paket wisata yang tersedia. Saat ini dirinya tengah mendorong warganya munculkan tradisi kebudayaan di setiap dusun tersebut.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar