Muhammad Salwa Aristoteles, Difabel Berbakat di Bidang Seni

SOLO - Kekurangan fisik, tidak dijadikan alasan bagi Muhammad Salwa Aristoteles malas-malasan dan hanya meminta belas kasihan orang lain. Tapi, dia bisa membuat orang lain terperangah.

Di sela istirahat setelah mengikuti acara Lomba Kompetisi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional di kompleks Stadion Manahan, remaja yang akrab disapa Salwa ini mengku menekuni bidang seni lukis pada 2016.

“Dari kelas 6 SD sudah suka menggambar. Masih pakai pensil warna, krayon, spidol dan lain-lain. Gambarnya juga sembarangan. Baru 2016 diajarkan cara melukis pakai cat air. Awalnya susah, namun lama-lama bisa,” urai murid kelas 9 Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) Surakarta ini.

Meskipun baru tahap belajar, karya-karya Salwa cukup menakjubkan. Dia mampu menciptakan lukisan yang ekspresif dalam waktu tiga jam. “Ya mengalir begitu saja. Yang penting perpaduan warnanya pas dan main feeling itu yang penting. Sama satu lagi, harus tenang,” ungkapnya.

“Dulu (kaki, Red) cuma buat nulis. Kalau gambar cuma pakai pewarna padat. Terus disuruh pakai cat air susah. Tidak hati-hati gambarnya malah rusak,” ujar remaha kelahiran Kudus, 17 September 2001.

Kemahiran Salwa menggambar terdengar hingga Istana Negara. Dia kemudian diundang Ibu Negara Iriana Joko Widodo hingga dua kali. Undangan pertama, sulung dua bersaudara ini melukis wajah istri para pimpinan negara dalam acara Spouse Program KTT IORA 2017 di Istana Kpresidenan Bogor, Maret lalu.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar