Walikota Solo: Tolak Rumah Ibadah Silahkan lewat Jalur Hukum

SOLO – Massa yang mengatasnamakan warga Kampung Busukan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres menggelar demonstrasi menolak keberadaan salah satu rumah ibadah di kampungnya. Alasannya, pendirian rumah ibadah dinilai menyalahi prosedur dan mayoritas jamaahnya tidak berasal dari warga sekitar.

Demonstrasi dimulai pukul 08.30 dengan pengawalan ketat personel gabungan TNI dan Polri. Koordinator aksi Suparman mengatakan, ketika proses pembangunan, pengelola rumah ibadah tidak meminta persetujuan warga dan diduga memalsukan tanda tangan warga untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) dari pemkot.

 “Kami meminta (rumah ibadah) ditutup karena menyalahi aturan. Warga sudah memeringatkan pada pengurusnya, tetapi hari ini (kemarin, Red) justru diresmikan,” tandasnya.

Pengurus rumah ibadah Waskito Wibowo menjelaskan, tidak ada yang salah dalam proses pembangunan. Pemkot telah menerbitkan IMB sebelum peresmian rumah ibadah. “Kami punya bukti lengkap soal  berkas syarat pembangunan. Warga yang menolak justru bukan warga asli Busukan. Pengurus menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo hadir untuk meresmikan tempat ibadah tersebut sekitar pukul 10.30. Menurut Rudy, sebagai kepala daerah, ketika mendapatkan undangan meresmikan tempat ibadah, pasti akan hadir. Seperti ketika meresmikan pembangunan masjid di Ponpes Darul Karomah, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Senin (15/5).

“Saya itu bukan penguasa, tapi pelayan masyarakat. Jadi apapun lokasi ibadahnya, pasti saya datang untuk meresmikan langsung. Kami pastikan gereja di Busukan telah mengantongi izin dari pemkot dan rekomendasi FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Solo, dan Kemenag (Kementerian Agama, Red),” beber Rudy.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar