120 Santri Ikuti Lomba Kitab Kuning

WONOSARI – Bertempat di Pondok Pesantren (PP) Al Barokah Sambeng, Wonosari, kemarin (18/5) digelar Musabaqoh Kitab Kuning. Kegiatan yang diadakan Garda Bangsa dan Garda Santri ini diikuti sekitar 120-an santri. Peserta yang ikut berasal dari santri pondok di eks Karesidenan Surakarta dan eks Karesidenan Kedu.

Ketua Panitia Musabaqoh Kitab Kuning Abdul Jamil mengatakan, lomba kitab kuning merupakan upaya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk tetap melestarikan tradisi yang ada di masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Pesantren menjadi salah satu pusat pendidikan yang memiliki peran penting untuk tempat belajar kitab kuning.

“Pelaksanaan Musabaqoh Kitab Kuning  di PP Al Barokah diharapkan menjadi pelecut semangat untuk belajar kibat kuning. Banyak pelajaran dalam kitab kuning yang jika dikaji secara mendalam mampu menjawab permasalahan yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

 

Dalam kegiatan Musabaqoh Kitab Kuning hadir Anggota DPR RI dari PKB Muhammad Toha, pengurus DKN Garda Bangsa, pengurus DPW Garda Bangsa, pengurus DPC PKB Klaten dan stakeholder partai.

 

Dalam sambutannya, Muhammad Toha menyampaikan, tak hanya pondok pesantren yang jadi tempat pelaksanaan Musabaqoh Kitab Kuning. Di Semarang, kegiatan ini berlangsung di Universitas Diponegoro (Undip). Pesertanya juga tak hanya dari pondok, namun ada juga mahasiswa. “PKB tentu memiliki kewajiban untuk melestarikan tradisi yang ada di masyarakat NU. Adanya Musabaqoh Kitab Kuning agar ajaran yang terdapat dalam kitab tersebut dalam disampaikan lebih luas. Tak terbatas dalam kegiatan pondok pesantren,” ungkap Anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah ini. (oh)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar