Insentif GTT di Karanganyar Diambil dari BOS

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten berencana bakal memberikan insentif kepada guru tidak tetap (GTT) atau pegawai tidak tetap (PTT). Anggarannya menggunakan sebagian biaya operasional sekolah (BOS). Namun, pemberian insentif tersebut nantinya bakal disesuaikan dengan masa aktif para guru yang Non-Aparatur Sipil Negera itu.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat memberikan pembinaan terhadap GTT/PTT dalam doa bersama di Masjid Agung Karanganyar, Rabu (18/5). Yuli –sapaan Juliyatmono–mengungkapkan, pembiayaan insentif kepada GTT/PTT sekolah bisa ambilkan dari APBD Kabupaten. Mengingat saat ini APBD Karanganyar berkurang dengan adanya pengalihan pengelolaan SMA/SMK.

”Nanti akan ada tim untuk mendata dan menentukan besaran insentif itu. Sesuai dengan pengabdian mereka (PTT/GTT, red),” kata Yuli.

 Pemberian insentif bersumber dari BOS, dinilai lebih baik. Ketimbang tidak ada perhatian dari pemerintah kabupaten (Pemkab) sama sekali. Selanjutnya, pemkab akan memperjuangkan statusnya menjadi pegawai pemerintah perjanjian kontrak (PPPK).

”Ya sambil menunggu untuk penertiban PP. Nanti pemerintah akan mengupayakan pemberian insentif itu dari dana BOS,” ucapnya.

Sementara itu 1.800-an guru dan pegawai tidak tetap di Karanganyar, hadir dalam doa bersama. Ketua Panitia Doa dan Zikir GTT/PTT Karanganyar, Edi Pamiluwardi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan penyampaian aspirasi dari anggotanya. Menurutnya, mereka (GTT/PTT-red) memiliki kewajiban sama, mendidik murid dan berhak menerima kesejahteraan layak.

”Teman-teman berstatus sebagai honorer. Tidak ada K1 dan K2. Dan semua harus dapat menerima insentif,” beber Edi. (rud/fer)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar