Mendadak Miskin demi Sekolah Favorit

SUKOHARJO – Menyusutnya kuota murid keluarga pra sejahtera pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA dan SMK negeri menjadi perdebatan. Namun, yang lebih menyakitkan, ada indikasi penyalahgunaan kuota tersebut.

Yakni, oknum orang tua murid yang sebenarnya berkecukupan, tapi malah membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), alias mendadak memiskinkan diri agar anaknya lebih mudah diterima masuk sekolah favorit.

Salah seorang orang tua murid berinisial PP merasa dirugikan dengan modus tersebut. Sebab, posisi anaknya pada seleksi pendaftaran di SMAN 1 Sukoharjo terus melorot. Tergeser oleh anak yang mendaftar berbekal SKTM dadakan.

Saat ini, ranking PP berada di posisi 150. Tapi, dia tidak akan mencabut berkas dan memilih mencari keadilan. ”Bila benar – benar miskin, kita terima. Tapi kalau ternyata (orang tuanya) kaya, harus diungkap,” tandas warga Sukoharjo kota tersebut, Rabu (14/6).

Ditegaskan orang tua PP, dirinya sudah mengecek sejumlah SKTM. Hasilnya, ada yang baru diterbitkan bulan ini. Selain itu, dari 45 calon murid baru yang melengkapi syarat pendaftaran dengan KIP, hanya delapan orang yang valid. “Kami mengecek KIP itu di website pipsd.kemdikbud.go.id,” ujar PP.

Fenomena tersebut, lanjut orang tua PP, menguatkan kecurigaan bahwa SKTM disalahgunakan agar calon murid baru lebih mudah mendapatkan sekolah di SMA atau SMK negeri favorit. Padahal mereka berasal dari keluarga mampu.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar