PPDB Online: Anak Sarjana Masuk Kuota Miskin

SUKOHARJO – Orang tua murid yang merasa dirugikan dengan penyalahgunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di SMAN 1 Sukoharjo membentuk tim independen guna melanjutkan penelusuran. Hasilnya sangat mengejutkan.

Diketahui, dari kuota murid SMAN 1 Sukoharjo sebanyak 300 anak, 100 orang di antaranya mendaftar menggunakan SKTM. “Tidak semua rumah kami survei. Kami pilih secara random. Sebelumnya kami lihat juga latar belakang pendidikan orang tuanya,” ujar salah seorang anggota tim independen yang juga orang tua murid berinisial PP.

Hasil survei menemukan latar belakang orang tua yang mendaftarkan anaknya menggunakan SKTM adalah lulusan sarjana. Tak sembarang survei, orang tua PP berpatokan pada 14 kriteria warga miskin berdasar standar Badan Pusat Statistik (BPS).

Tim independen tersebut juga mengonfirmasi ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melalui direct message di akun twitter guna memperjelas apakah standar miskin dari BPS itu juga digunakan untuk menentukan kriteria keluarga miskin calon murid baru.

“Pak Ganjar bilang iya (membenarkan). Makanya waktu survei kami acuannya standar ini untuk menentukan layak miskin atau tidak. Paling tidak sembilan kriteria masuk, baru bisa dikatakan layak miskin,” tegas orang tua PP.

Dari tiga rumah yang disurvei tim independen, tidak memenuhi kriteria keluarga miskin sesuai standar BPS. Satu rumah diakui para tetangga sebagai keluarga miskin. Tapi, saat dipantau, belum masuk kriteria standar miskin dari BPS.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar