Omzet Pedagang Pasar Klewer Masih Minim

SOLO – Pascapindah dari pasar darurat ke dalam Pasar Klewer yang baru sejak April, para pedagang mengaku galau. Sebab keuntungan yang mereka raih belum signifikan. Padahal, seharusnya momentum Lebaran ini bisa jadi pendongkrak omzet mereka.

Seperti pengakuan pedagang Pasar Klewer, Ahmad Supardi, 34. Jelang lebaran ini, pria yang sehari-hari berjualan kain batik potongan ini mengaku belum ada kenaikan omzet. ”Belum apa-apa bila dibandingkan waktu masih di Alun-Alun (pasar darurat,Red). Biasanya kalau di Alun-Alun sehari bisa jual 30 potong. Tapi dua bulan ini paling banyak hanya 10 potong saja,” keluhnya kepada Radar Solo kemarin (18/6).

Supardi mengaku kehilangan sebagian besar pelanggannya pasca pindah. ”Selama dua bulan ini kebanyakan pembeli baru semua. Cuma nonton-nonton, terus enggak jadi beli. Ya saya tidak bisa memaksa juga untuk beli. Mungkin motifnya tidak suka,” ujarnya.

Pedagang batik Pasar Klewer, Ratna Safitri juga merasakan hal yang sama. Losnya yang ada di lantai 2 jarang didatangi pembeli. ”Pembeli banyak yang malas naik sampai sini. Karena di lantai bawah sudah ada. Sewaktu di pasar darurat merata. Setidaknya kios lama di Alun-Alun dilewati pembeli,” bebernya.

Lain halnya Totok Adi Prasetyo. Dia mengaku mendapat keuntungan cukup besar. Sebab pembeli yang datang rata-rata para pelangganya. ”Jadi waktu saya mau pindah, pelanggan-pelanggan saya arahkan datang ke kios saya di Pasar Klewer yang baru. Saya juga membuat kartu nama untuk memudahkan komunikasi. Jadi pelanggan rata-rata tahu kios baru saya di mana,” paparnya.

Pasang surutnya omzet pedagang diakui Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Kusbani. Alasannya, seluruh pedagang sandang mengalami masa transisi dari pasar darurat. ”Masih wajar. Karena para pedagang belum bertemu pelanggan lama meraka. Atau mungkin karena yang dijual jenisnya serupa. Mungkin pelanggan lebih memilih membeli di toko lain karena harganya juga sama,” tuturnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar