Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Marak Kasus Mesum, Waduk Kedung Ombo Mendesak untuk Ditata

Senin, 11 Sep 2017 10:33 | editor : Bayu Wicaksono

Vila Jatisongo di WKO yang sering digunakan mesum.

Vila Jatisongo di WKO yang sering digunakan mesum. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN)

SRAGEN – Maraknya temuan kondom bekas di bangunan tidak terpakai di kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO), baru-baru ini diakui menjadi tanggung jawab pemerintah. Khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Ke depan, ada wacana mengubah penataan kawasan WKO. Termasuk Gunung Kemukus yang menjadi kawasan wisata religi agar lebih baik.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati beberapa waktu lalu sudah menganggarkan detail engineering design (DED) penataan kawasan WKO secara terpadu. Penataan dianggarkan pada APBD 2018 mendatang. ”Penetapan 2018 membuat DED kawasan Kedung Ombo secara terpadu. Termasuk di dalamnya Gunung Kemukus,” jelas Yuni (sapaan Kusdinar Untung Yuni Sukowati) kepada Radar Solo.

Terkait dipakainya sejumlah tempat di kawasan WKO untuk pasangan mesum, pemkab telah meminta Satpol PP bekerja lebih giat lagi. Satpol PP diminta menyisir wilayah yang dicurigai menjadi kawasan untuk berbuat mesum. Ini untuk menghapus stigma negatif kawasan WKO. ”Satpol PP akan sisir dan harus patroli sampai ke sana juga,” tegas Yuni.

Yuni menambahkan, baik buruknya pengelolaan dan stigma kawasan Gunung Kemukus, memang menjadi tanggung jawab pihaknya. Dinas Pariwisata juga diminta membuat perubahan agar Gunung Kemukus benar-benar menjadi kawasan wisata religi.

”Harus dikelola dan dimanfaatkan. Tanggung jawab pemerintah nanti seperti apa, belum dipaparkan. Tapi di sana akan dijadikan wisata religi. Kami akan bangun Islamic Center dan wisata religi di Gunung Kemukus,” tandas Yuni.

Yuni menyebut perlu ketegasan sikap pemkab dalam menata kawasan WKO. Dia mencontohkan sikap tegas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. ”Bu Risma saja berani menutup gang Dolly dan bisa. Sragen juga harus bisa,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sragen, Suwandi menyampaikan, sebenarnya di Gunung Kemukus memang ada ritual ziarah. Namun pihaknya dengan tegas melarang adanya aktivitas mesum. Meskipun berdampak pada penurunan jumlah pengunjung.

”Orientasi kami, harus membenahi obyek wisata di Kemukus agar wisatawan tidak merasa hina ketika datang ke sana. Tahun ini ada master plan yang akan kami lakukan. Setelah itu harus konsisten untuk mewudkan master plan tersebut,” ujar Suwandi.

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia