Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Radar Solo Events
Zetizen Antinarkoba

Ekskul Teaterikal PMR SMAN Mojogedang, Matinya Seorang Pecandu

Senin, 30 Oct 2017 18:47 | editor : Perdana

Ekskul Teaterikal PMR SMAN Mojogedang, Matinya Seorang Pecandu

KEDATANGAN Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Karanganyar dan Jawa Pos Radar Solo di SMAN Mojogedang, kemarin (27/10) disambut yel-yel membahana. ”SMA..Jaya…Mojogedang..Yes.” Diteriakkan seluruh siswa di sela apel pagi.

”Selamat datang kami ucapkan kepada tim Tim P4GN Kabupaten Karanganyar dan Jawa Pos Radar Solo yang telah hadir di sini. Terima kasih telah menyelenggarakan sosialisasi antinarkoba di sekolah kami. Silahkan menikmati suguhan pentas seni dari siswa-siswi SMAN Mojogedang. Untuk anak-anakku yang mengikuti sosialisasi, serap materi sebaik-baiknya,” kata Kepala SMAN Mojogedang, Purwadi dalam sambutannya.

Usai sambutan, Purwadi memimpin pembacaan Deklarasi Antinarkoba Kabupaten Karanganyar. Diikuti seluruh peserta apel, guru, dan tamu undangan. Selanjutnya, acara dihangatkan penampilan sejumlah ekstrakurikuler (ekskul).

Dibuka perform dua dara cantik membawakan Tari Mayong. Dilanjutkan aksi teaterikal ekskul Palang Merah Remaja (PMR) bertema Matinya Seorang Pecandu. Bercerita tentang kisah seorang gadis penari pecandu narkoba. Sampai akhirnya gadis tersebut meninggal dunia karena overdosis narkoba.

Tak ketinggalan penampilan tari kreasi. Mengisahkan akulturasi dua budaya di Indonesia. Disusul kolaborasi musik dari ekskul Pramuka. Pentas seni ditutup pembacaan Puisi Antinarkoba oleh Sri Sukamti (kelas XII IPA 3).

Puas dengan penampilan ekskul, acara bergeser ke masjid sekolah. Sosialisasi antinarkoba dibuka Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo. Pria yang akrab disapa ACW ini menjelaskan tentang bahaya narkoba bagi generasi muda.

”Saat ini, negara kita tengah darurat narkoba. Narkoba tidak hanya menyasar orang tua, tapi juga anak muda seperti kalian. Sekarang ini malah anak-anak SD juga sudah mulai menjadi korban. Inilah alasannya sosialisasi antinarkoba ini diselenggarakan. Agar kalian memahami pentingnya menjauhi narkoba,” beber ACW.

Tak sekadar memberikan motivasi. Ia juga membaca puisi buatannya yang berjudul Merah Putihku. Sebelumnya, puisi tersebut dibacakan ACW dalam acara Karanganyar Berpuisi.

Materi sosialisasi dipandu Redaktur Jawa Pos Radar Solo, Kabun Triyatno. Kabun memaparkan dampak buruk narkoba bagi kesehatan. Serta cara menghindar dari jeratan obat-obatan terlarang tersebut.

”Masa depan kalian masih panjang. Kalian masih bisa berkesempatan mengejar mimpi dan meraih cita-cita setinggi langit. Tapi kalau sudah coba-coba pakai narkoba, kalian akan hancur,” papar Kabun. (aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia