Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Giliran Sukoharjo Dihantam Tanah Longsor dan Banjir

Selasa, 28 Nov 2017 19:11 | editor : Fery Ardy Susanto

Jajaran Polsek Bulu dibantu warga membersihkan material longsoran di Desa Sanggang, Bulu, Sukoharjo, Selasa (28/11).

Jajaran Polsek Bulu dibantu warga membersihkan material longsoran di Desa Sanggang, Bulu, Sukoharjo, Selasa (28/11). (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Setelah Wonogiri, bencana longsor dan banjir juga terjadi di Sukoharjo. Beberapa wilayah terdampak banjir dan longsor ada di Kecamatan Bulu, Nguter, dan Weru, Selasa (28/11). Hingga Selasa malam, kondisi di kawasan tersebut masih siaga.

Beberapa wilayah yang terdampak banjir ada di Weru dan Nguter. Camat Weru, Samino mengatakan, banjir merendam ratusan rumah di Desa Karangwuni. Diakibatkan luapan air Sungai Siluwur yang hulunya ada di Semin dan melintasi Weru.

”Air juga nyaris merendam SMPN 2 Weru,” jelas Samino kepada Jawa Pos Radar Solo

Beberapa lokasi terdampak luapan sungai, di antaranya Dukuh Dayu, Desa Weru. Akibatnya, sebuah SD yang ada di sekitar sungai nyaris terendam. Bahkan, sebuah jembatan yang menghubungkan desa Weru dan Tawang rata dengan air.

"Air terus naik. Sudah ada yang meluap ke sawah dan mendekati perkampungan,” sambung Arti, warga Dayu.

Terpisah, bencana tanah terjadi di Kecamatan Bulu. Diketahui ada lima titik longsor di Desa Sanggang. Longsoran menimpa rumah Suyat, 50, warga Dukuh Dranjang RT 01 RW 06. Di beruntung material longsoran tidak sampai merusak bangunan rumah.

Longsoran juga menimpa rumah Yadi, 48, warga Dukuh Tileng RT 2 RW 3, Karti, 55, dan Yarno, 49, di Dukuh Kaligunting RT 02 RW 2. 

”Longsor juga menutupi jalan kampung Samin-Tileng. Tetapi untuk longsoran di sini tidak membahayakan warga karena jauh dari pemukiman,” terang kapolske Bulu, AKP Sarwoko. 

Selain di Desa Sanggang, longsor juga terjadi di Desa Kedungsono, Bulu. Tebing di samping rumah Pambudi, 54, di Dukuh Tegalrejo longsor beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

”Longsor lebih dikarenakan akibat hujan deras yang mengguyur sehari penuh,” papar Sarwoko.

Longsor juga terjadi di Nguter, Camat Nguter Sumarno mengatakan, longsor terjadi di Desa Tanjungrejo. Talut yang dulu pernah ambrol kembali ambrol.

”Jadi rumah warga yang ada di sana sudah sangat mepet dengan tebing dan cukup membahayakan,” ujar Sumarno.

(rs/yan/fer/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia