Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Sedang Indehoy di Hotel, Pasangan Mesum Digerebek Polisi

Kamis, 28 Dec 2017 20:48 | editor : Bayu Wicaksono

Sejumlah pasangan bukan suami-istri diamankan polisi dari hotel kelas melati.

Sejumlah pasangan bukan suami-istri diamankan polisi dari hotel kelas melati. (ISWARA BAGUS NOVIANTO/RADAR SOLO)

SOLO –  Jelang akhir tahun, pihak bewajib semakin gencar melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Hotel kelas melati menjadi sasaran utama operasi tersebut. Terbukti, dari dua hotel kelas melati saja, petugas berhasil menciduk 10 pasangan bukan suami-istri, sementara yang lain melarikan diri.

Sasaran pertama adalah Hotel Sri Rejeki yang berada di Jalan Nusa Indah IV Kelurahan Punggawan Kecamatan Banjarsari. Di sana petugas mengamankan tujuh perempuan dan enam pria hidung belang yang sedang asyik ngamar. Setelah dikumpulkan dan digeledah, petugas juga berhasil mengamkan puluhan alat kontrasepsi.

Selanjutnya, petugas bergerak ke lokasi kedua, yaitu Hotel Mulya Jaya di Jalan Kestalan RT 01 RW 03 Kelurahan Kestalan Kecamatan Banjarsari. Melihat ada petugas yang datang, belasan orang lari kocar-kacir meninggalkan lokasi.

Meski begitu, di lokasi tersebut petugas menemukan tiga pasangan bukan suami istri sedang asyik memadu kasih di kamar hotel yang terkunci dari dalam. Petugas juga berhasil mengamankan dua botol minuman keras (miras) dari sebuah kamar di hotel tersebut.

Dari hasil interogasi petugas di lokasi, salah seorang perempuan yang diamankan bersama seorang pria mengelak disebut sebagai pasangan mesum. Ia berdalih kalau sudah menikah secara siri dengan pria tersebut. ”Saya tidak mesum. Ini suami saya tadi berangkat dari Sragen, terus menginap di sini,” ujar wanita yang enggan menyebutkan namanya itu.

Selanjutnya, para pelaku asusila dari kedua hotel tersebut dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk didata dan dimintai keterangan lebih lanjut. Kanit Dalmas Polresta Surakarta AKP Suyono mengatakan, jelang pergantian tahun, razia pekat terus digencarkan di lima kecamatan di Solo. Razia tersebut sangat penting agar tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

”Kami sebelumnya sudah menerima keluhan warga setempat jika ada banyak pasangan tidak resmi dari luar daerah yang keluar masuk di kedua loksi tersebut. Aktivitas tersebut berlangsung dari pagi hari sampai dini hari, sehingga membuat warga terganggu,” terang Suyono, Kamis (28/12).

Setelah didata dan diinterogasi, petugas akan memproses masing-masing pelaku sesuai hukum yang berlaku. Termasuk mereka yang mengaku sebagai pasangan suami-istri. ”Tetap akan kami periksa dan selidiki. Tapi kalau kami cek ternyata tidak (pasangan resmi), akan kami beri sanksi tipiring,” tegas Suyono.

(rs/atn/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia