Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Wow, Buah Ciplukan Harganya Selangit

Rabu, 24 Jan 2018 14:09 | editor : Bayu Wicaksono

Budidaya Tanaman ciplukan milik Agus Rahadi.

Budidaya Tanaman ciplukan milik Agus Rahadi. (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)

WONOGIRI – Tak disangka buah ciplukan mempunyai daya jual yang sangat tinggi. Pasalnya, harga perkilogram bisa mencapai Rp 100 ribu.

Agus Rahadi, petani asal lingkungan Pojok, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko sejak November tahun lalu mulai menanam buah ciplukan. Tanaman tersebut didatangkan dari Jepang lalu dibudidayakan di Indonesia.

"Saya modal Rp 20 juta, untuk beli bibit. Satu batangnya Rp 20 ribu," kata Agus, Rabu (24/1).

Agus menuturkan, setidaknya 1000 batang ciplukan yang ditanam kini sudah dua kali petik. Tanaman ciplukan merupakan tanaman yang dapat berbuah berkali-kali.

"Petik yang kedua ini dapat 20 kg, sebelumnya 18 kg. Harga perkilogramnya Rp 100 ribu untuk grade A," ujarnya.

Agus bekerja sama dengan salah satu mitranya untuk penjualan. Buah ciplukan dia pasarkan ke luar negeri, karena itulah harganya mahal.

"Saya kerja sama, ini baru permulaan. Jadi masih semi organik. Nanti kedepan harus murni organik. Kalau kandungan kimianya tinggi ya tidak laku," ujarnya.

Menurut Agus, menanam ciplukan tidak mudah seperti yang dibayangkan. Diawal-awal bulan banyak tanaman yang layu dan mengalami busuk batang.

"Orang mengira kalau menanam ciplukan ini mudah. Tapi ternyata tidak, banyak pula kendalanya," ungkapnya.

Terpisah, Camat Eromoko Danang Erawanto mengatakan bahwa di Eromoko baru ada satu petani yang menanam ciplukan. Lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas dan harga jualnya tinggi. Pemerintah Kecamatan Eromoko berencana mengembangkan tanaman tersebut.

"Budidaya ciplukan ini merupakan hal yang baru. Prospeknya juga sangat menjanjikan karena bisa panen berkali-kali dan harganya juga sangat tinggi. Kita akan coba kembangkan," ujar Danang.

(rs/kwl/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia