Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pemkab Boyolali Siapkan Rp 1 Miliar bagi Warga Taat Pajak

31 Januari 2018, 12: 25: 59 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Petugas BKD Boyolali menunjukkan faktur pajak PBB.

Petugas BKD Boyolali menunjukkan faktur pajak PBB. (TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI)

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) kembali mengumbar hadiah menarik. Bagi wajib pajak (WP) yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan PBB-P2 sebelum 31 Mei. Tak tanggung-tanggung, hadiah yang disiapkan mencapai Rp 1 miliar.

Kepala Bidang Pajak Daerah BKD Boyolali, Fara Soraya Devianti menjelasan, ada peningkatan anggaran untuk hadiah tahun ini. Berupa dua unit sepeda motor bagi setiap kecamatan dengan total 38 unit. Plus satu unit mobil dan satu unit rumah. Totalnya mencapai Rp 1 miliar.

Pemberian reward sepeda motor akan diundi di tingkat kecamatan. Sementara untuk mobil dan rumah diundi di tingkat kabupaten. Menurut Fara, ini salah satu upaya Pemkab Boyolali kepada masyarakat yang taat pajak.

Saat ini, BKD sudah membagikan surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) hingga tingkat kecamatan. ”Target penerimaan PBB kami tahun ini sebesar Rp 27,7 miliar dengan jumlah SPPT sebanyak 536.502 lembar,” kata Fara kepada Jawa Pos Radar Solo.

Seperti tahun lalu, undian diundi di tingkat kabupaten. Serta dalam acara buka puasa bersama keliling (bukberling) di setiap kecamatan. Kemudian untuk pembayaran dapat dilakukan di Bank Jateng. Baik melalui teller atau ATM. Untuk tahun ini, telah diterapkan pajak via online. Menggunakan aplikasi yang telah dilaunching dengan mengakses alamat https://sipad.boyolali.go.id.

”Dalam aplikasi tersebut bisa untuk membayar perorangan ataupun secara kolektif. Seperti yang dilakukan petugas pungut desa,” tandas Fara.

Pembayaran pajak secara online ini dimaksudkan untuk menyederhanakan bisnis dan ramah lingkungan karena menghemat kertas. Hal lain yakni tidak boros waktu dalam mencari arsip di kabinet yang juga boros tempat. “Dalam hal keamanan juga lebih terjamin serta mengurangi risiko kehilangan data,” beber Fara.

(rs/wid/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia