Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Pesawat Latih Lanud Ditembak Gerombolan Bersenjata

10 Mei 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Prajurit TNI AU terlibat kontak senjata untuk membebaskan prajurit yang disandera di markas gerombolan bersenjata dalam simulasi, Rabu (9/5).

Prajurit TNI AU terlibat kontak senjata untuk membebaskan prajurit yang disandera di markas gerombolan bersenjata dalam simulasi, Rabu (9/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

KARANGANYAR – Sekelompok pelaku kejahatan bersenjata menyerbu Pangkalan Udara (Lanud) Adi Sumarmo kemarin pagi (9/5). Tidak hanya itu, para pelaku kriminal ini juga mencoba menembaki pesawat yang melintas di udara. Setelah melancarakan beberapa tembakan, salah satu pesawat latih berhasil tertembus peluru.

Pesawat tersebut jatuh. Beruntung sang pilot berhasil keluar dan terjun menggunakan parasut sebelum pesawat jatuh ke darat. Namun sayang, titik pendaratan sang pilot berhasil terdeteksi para penjahat. Setelah berhasil mendarat, sang pilot langsung dikepung oleh lima penjahat bersenjata laras panjang.

Kalah jumlah, sang pilot berhasil dilumpuhkan oleh para penjahat dan disandera di markas mereka. Mengetahui salah satu anggotanya disandra, jajaran TNI AU Lanud Adi Sumarmo langsung menyusun strategi pembebasan sandera. Setelah rencana matang, tiba hari ketika mereka untuk membebaskan salah satu tekan mereka.

Simulasi perang teknik kesatuan kecil Semata PK TNI AU Angkatan ke-74.

Simulasi perang teknik kesatuan kecil Semata PK TNI AU Angkatan ke-74. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Baku tembak antara jajaran militer dan penjahat tidak terelakkan di markas para penjahat ini. Tiga penjahat tewas karena tertembus peluru pasukan, sedangkan dua lain berhasil kabur melarikan diri. Para anggota langsung mengeluarkan pilot yang sebelumnya disekap.

Tidak lama setelah sandera berhasil dievakuasi, markas tersebut mendadak meledak. Ternyata para penjahat telah memasang bahan peledak di markas mereka dengan maksud menjebak para anggota TNI AU. Namun usaha mereka pupus karena anggota telah berhasil berlindung di area aman.

Ya, Kejadian tersebut merupakan simulasi perang teknik kesatuan kecil (TKK) berkelompok yang dilakukan  500 siswa lulusan Sekolah Pertama Tamtama (Semata) Prajurit Karier (PK) TNI AU Angkatan ke-74. Tidak hanya menunjukkan aksi perang lapangan, para lulusan juga menunjukkan demo ketangkasan aeromodeling, hingga beladiri militer.

Suasana tegang berganti tangis kebahagian manakala para lulusan bertemu dengan keluarga mereka masing-masing untuk pertama kali setelah berpisah selama lima bulan usai menempuh pendidikan di Skadoron Pendidikan (Skadik) 403 Lanud Adisumarmo.

Komandan Kodiklat TNU AU Marsekal Muda TNI Chairil Anwar menuturkan, aksi yang dipertontonkan kemarin merupakan hasil latihan para prajurit selama masa pendidikan. Sedikitnya 500 tamtama TNI AU dilantik dan diambil sumpahnya kemarin.

“Selama proses pembelajaran dan berlatih, mereka menerima materi pembelajaran kelas yang dilanjutkan dengan pembelajaran lapangan. Semoga kenangan suka maupun duka selama pendidikan menjadi pengalaman tersendiri bagi para prajurit,” imbuh perwira tinggi dengan pangkat bintang dua di pundak ini.

Dalam menghadapi tugas selanjutnya, lanut Chairil, para prajurit harus selalu ingat bahwa sejak diambil sumpahnya bahwa tugas yang akan mereka emban tidaklah ringan. Prajurit TNI merupakan garda terdepan dan benteng terakhir dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia