Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Serat dalam Jus dan Smoothie Belum Cukup

21 Mei 2018, 16: 45: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Minuman jus ternyata mengurangi kandungan serat dalam buah segar.

Minuman jus ternyata mengurangi kandungan serat dalam buah segar. (ZETIZEN.COM)

GAYA hidup masyarakat modern serba cepat. Nah, jus dan smoothie buah seringkali jadi solusi asupan serat di tengah kesibukan waktu. But wait, apa benar kebutuhan serat tubuh cukup dipenuhi dari jus?

Faktanya, mengonsumsi jus maupun smoothie ternyata kurang memberikan serat pada tubuh.

”Tubuh kita tidak mengenali cairan kalori. Seperti halnya kalori pada makanan utuh. Meski berasal dari 100 persen jus buah asli,” terang pakar nutrisi, Sonya Angelone asal Academy of Nutrition and Dietetics.

Sama halnya smoothie yang kurang memberi efek kenyang.

”Smoothies mungkin memberi nilai rasa kenyang lebih lemah ketimbang solid food dengan jumlah energi yang sama,” ujar Richard Mattes, profesor makanan dan nutrisi di Universitas Purdue.

Dia menemukan fakta bahwa orang yang mengonsumsi minuman dari makanan yang kaya karbohidrat akan mengkonsumsi 12 persen kalori lebih banyak. Artinya, kita tidak akan merasa cukup dari hanya meminum jus dan akan menambah makanan untuk menggantikan kebutuhannya.

Hal itu tak lain karena struktur serat yang telah hancur setelah buah mengalami pemrosesan. Sedangkan, serat yang terdapat pada buah utuh sebenarnya berfungsi membantu tubuh  menyerap fruktosa alias gula secara perlahan. Jika tidak, hal tersebut akan mengurangi kemampuan tubuh memecah gula.

Penelitian terbaru juga menyebutkan bahwa jus maupun maupun smoothie dapat memicu lonjakan gula darah.

”Buah apel utuh berbeda dengan appelsauce (puree apple, red). Meskipun keduanya memiliki nutrisi dan serat yang sama,” jelas Dr. Davis Ludwig, direktur New Balance Foundation Obesity Prevention Center.

Meski kenyataannya begitu, konsumsi jus dan smoothie tetap nggak salah kok jika kalian ingin mendapatkan intake vitamin dan mineralnya. Sebab, menurut Julie Upton, M.S,R.D., pendiri situs gizi Appetite for Health, minum jus murni sama baiknya seperti makan buah utuh.

”Jus menyediakan nutrisi yang sama seperti buah, namun tanpa serat yang bermanfaat,” terangnya.

Ada baiknya jika kita mengkonsumsi buah langsung saat masih utuh dan diproses dalam sistem pencernaan. Degan cara ini, seluruh vitamin dan kandungan lain serta serat buah yang penting buat pencernaan dapat kita terima secara utuh. Tanpa harus dijus atau smoothie.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia