Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Geliat Anak-Anak Solo Bantu Korban Bencana Gempa di Lombok

09 Agustus 2018, 15: 15: 59 WIB | editor : Perdana

SOLIDARITAS: Anak-anak SDN 38 Madyotaman Solo mengumpulkan kertas dan mainan untuk korban bencana di Lombok.

SOLIDARITAS: Anak-anak SDN 38 Madyotaman Solo mengumpulkan kertas dan mainan untuk korban bencana di Lombok. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Aksi solidaritas terhadap para korban gempa di Lombok terus mengalir. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun terketuk pintu hatinya untuk membantu sesama. Namun apa yang dilakukan ratusan siswa SDN 38 Madyotaman Solo ini terbilang unik. Mau tahu seperti apa? 

SILVESTER KURNIAWAN, Solo

RATUSAN  siswa berseragam batik tampak membawa kertas bekas seperti artikel, majalah, koran hingga kertas dari bahan kardus yang sudah tidak terpakai. Kertas dan kardus bekas itu kemudian dikumpulkan di halaman sekolah mereka.

“Ini saya bawa dari rumah. Nanti dijual dan uangnya disumbangkan ke korban gempa,” ujar Yohanan, siswa kelas VI SDN 38 Madyotaman ditemui koran ini di sekolahnya kemarin. 

Yang paling menarik adalah pengumpulan mainan tradisional dari bambu yang biasa disebut othok-othok. Mainan berbunyi khas dengan cara diputar tersebut sengaja dikumpulkan dengan harapan bisa menghibur dan menghilangkan para korban gempa Lombok, khususnya mereka yang masih anak-anak. “Nanti bisa dimainkan sama teman-teman di sana. Biar tidak sedih terus,” ujarnya polos. 

Aksi simpatik tersebut sengaja dilakukan dengan cara yang paling sederhana dengan mengumpulkan kertas bekas dan mainan sederhana untuk mengasah sisi sosial dan kemanusiaan siswa sekolah dasar. Pihak sekolah mengklaim partisipasi tersebut bisa meningkatkan rasa kepedulian siswa-siswi untuk peduli terhadap sesama yang membutuhkan. 

“Dengan ini anak-anak bisa ikut berpartisipasi untuk ikut menghormati dan mencintai saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa Lombok,” jelas salah satu pendidik, Yuwono. 

Barang-barang bekas yang telah terkumpul tersebut kemudian diserahkan ke PMI Solo untuk dijual. Sementara mainannya akan langsung diberikan ke anak-anak korban bencana di lokasi kejadian. 

“Kami sudah koordinasi dengan PMI untuk membantu meyalurkan bantuan ini. Meski tak banyak kami harap bisa sedikit meringankan para korban bencana. Paling tidak dengan othok-othok anak-anak terhibur dan tidak tertekan karena trauma gempa,” jelas dia. 

Di lokasi lain, sejumlah supeltas sibuk menggalang dana kemanusiaan di Simpang Sriwedari. Meski tak banyak, seluruh hasil penggalangan tersebut akan disalurkan ke korban bencana di Lombok, NTB. “Aksi ini sudah berlangsung dua hari di beberapa lokasi berbeda, seperti perempatan Baron, Museum Keris dan lokasi lainnya,” jelas koordinator pelaksana kegiatan Rahmat Kartolo. 

Meski hanya modal nekat dengan menghampiri pengguna jalan di lampu merah dengan kotak kardus ala kadarnya, mereka optimistis bantuan yang digalang akan memperoleh angka yang cukup banyak, mengingat antusias masyarakat Kota Bengawan yang juga tinggi dalam setiap kegiatan tersebut. 

“Pada hari pertama kemarin, kami berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 3 juta. Setelah semua dana terkumpul akan disalurkan ke Lombok melalui salah satu lembaga amal di Kota Solo. Kemarin kami sempat berkomunikasi dengan relawan di Lombok. Selain membutuhkan obat-obatan, mereka juga membutuhkan pakian. Harapan kami uang yang terkumpul bisa dibelikan kebutuhan tersebut,” ujar Rahmat. (*/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia