Rabu, 19 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan
Tumurun Private Museum

Koleksi Mobil Klasik hingga Lukisan

25 September 2018, 12: 50: 59 WIB | editor : Perdana

KOLEKSI KLASIK: Siswa dari SDN Bromantakan 56 Solo mengunjungi Tumurun Private Museum Sriwedari, Solo.

KOLEKSI KLASIK: Siswa dari SDN Bromantakan 56 Solo mengunjungi Tumurun Private Museum Sriwedari, Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Mengisi kegiatan jeda semester, sejumlah pelajar ini memilih outing class dengan mengunjungi Tumurun Private Museum, Solo kemarin (24/9). Kunjungan ini sifatnya istimewa. Sebab, para siswa dari SDN Bromantakan 56 ini menjadi sekolah dasar pertama yang berkesempatan melihat isi museum yang berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional, Teposanan, Sriwedari ini.

Kepala SDN Bromantakan 56 Solo Tukiyem tak ingin melewatkan kesempatan ini. Sebanyak 60 siswa dihadirkan untuk belajar bersama di museum tersebut.

“Kami diberi penawaran untuk kunjungan perdana bagi siswa SD oleh pihak museum. Kami langsung menyambut baik tawaran tersebut. Karena selama ini baru siswa SMP saja yang bisa masuk museum ini,” beber Tukiyem di sela-sela kegiatan berlangsung.

Namanya saja private museum, jelas museum ini tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Kunjungan hanya dilakukan jika sudah ada appoinment terlebih dahulu. Oleh karena itu, kesempatan ini dimanfaatkan para siswa untuk belajar berbagai macam hal dalam museum tersebut.

Puluhan siswa nampak antusias. Terbukti, mereka selalu aktif mendengar dan mencatat penjelasan museum guide selama kunjungan berlangsung. Siswa dibagi menjadi tiga kloter, masing-masing terdiri dari 20 siswa per kelompok. Ini dimaksudkan untuk mengurangi kebisingan di dalam museum.

“Ada aturannya juga tidak diperkenankan untuk membuat gaduh di dalam museum. Beruntung anak-anak juga memperhatikan setiap penjelasan dan arahan dengan baik,” ungkap Tukiyem.

Dalam kunjungan ini, para siswa dipamerkan koleksi pendiri perusahaan tekstil Sritex almarhum HM Lukminto dan keturuan keluarga besarnya. Juga berbagai karya seni modern dan kontemporer seniman Indonesia dan mancanegara.

“Semoga setelah kunjungan ini anak-anak memiliki wawasan seni yang luas. Juga menanamkan pada mereka bahwa belajar tidak hanya teori saja. Tapi juga bisa dalam bentuk outing class seperti ini. Agar mereka tidak jenuh di kelas,” harap Tukiyem.

Salah seorang siswa kelas 6, Zahwa mengaku senang dapat mengunjungi Tumurun Private Museum. “Enggak kebayang sebelumnya bisa masuk museum ini. Soalnya aku hobi menggambar. Ayahku juga seorang pelukis. Jadi aku nggak asing sama dunia seni,” pungkasnya. (aya/mg1/mg2/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia