Jumat, 19 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga
Asian Paragames 2018

Waspadai Stok Melimpah Tiongkok

Rabu, 26 Sep 2018 14:35 | editor : Perdana

PERBAIKI TEKNIK: Suasana pelatnas kontingen angkat berat Asian Para Games di Kantor NPC Indonesia, kawasan Jebres.

PERBAIKI TEKNIK: Suasana pelatnas kontingen angkat berat Asian Para Games di Kantor NPC Indonesia, kawasan Jebres. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Kontingen angkat berat National Paralympic Committee (NPC) Indonesia terus menintensifkan pelatihan nasional (Pelatnas). Jelang Asian Para Games 2018 di Jakarta, 8-16 Oktober. Pelatnas dipusatkan di Kantor NPC Indonesia, kawasan Jebres, Solo.

Di Asian Para Games 2018, angkat berat mengusung 13 atlet terbaiknya. Terdiri dari 4 atlet putra dan 9 putri. Yakni Ni Nengah Widyasih (kelas 45 kg), Dian Agustini (50 kg), Rani Puji Astuti (55 kg), Yuliana Lilik (61 kg), Rahayu (67 kg), Nurtani Purba (73 kg), Siti Mahmudah (79 kg), dan Sriyanti (+86 kg). Sementara untuk putra mengandalkan Margono (kelas 65 kg), Andik Sinurbo (80 kg), Antoboy (88 kg), dan Atmaja Triambodo (97 kg).

Ditanya target, angkat berat ogah muluk-muluk. Hanya dibebani 2 medali perak dan 1 perunggu. Mengingat lawan yang dihadapi pada Asiang Para Games 2018 bukan sembarangan.

Target perak dibebankan kepada Ni Nengah Widyasih. Lifter peraih medali perak Asian Para Games 2014 dan Paralympic Games 2016 di Brasil. Sebiji perak lainnya berpotensi diraih Siti Mahmudah.

”Tapi kami optimistis minimal bisa menyumbang 1 medali emas untuk Indonesia. Emas dari siapa, belum bisa dipastikan. Karena atlet kami punya keunggulan masing-masing. Tapi kami akan berusaha meraih hasil terbaik,” kata Coni Ruswanto, Kepala Kontingen Angkat Berat NPC Indonesia kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (25/9).

Angkat berat mewaspadai dua negara kontestan Asian Para Games 2018. Yakni Tiongkok, Irak, dan Turki. Irak dan Turki berpotensi menyulitkan perjuangan atlet putra Merah Putih. Sedangkan untuk putri, rival utamanya tak lain kontingen Tingkok.

”Secara teknis kami punya keunggulan. Indonesia kan tuan rumah, ini kesempatan terbesar kami untuk berbicara. Berdasarkan entry data yang masuk, kami bisa memetakan list pemain dari negara yang akan bertanding. Namun kami juga mempersiapkan rencana apabila yang bertanding di luar dugaan,” beber Coni.

Pelatih berperawakan tegap ini mewaspadai kekuatan Tiongkok. Sebab stok atlet yang dimiliki Negeri Tirai Bambu ini cukup melimpah. ”Pada beberapa kejuaraan yang kami amati, hari ini atlet Tiongkok yang tanding ini. Tapi besoknya di kelas yang sama sudah ganti lagi. Ini yang menyulitkan kami,” imbuhnya.

Sebelum ke Asian Para Games 2018, angkat berat rajin menggelar try out. Paling gres ekshibisi di Jepang. Antoboy dkk meraih 4 perak putra. ”Hasil ini pastinya menyuntik motivasi atlet kami. Soal latihan, kami tidak membebani dengan porsi yang berat-berat. Lebih fokus menjaga kondisi dan mental,” papar Coni.

Jajaran kepelatihan angkat berat juga mengajarkan atlet cara mengendalikan emosi. Sebab dengan kontrol emosi mumpuni, memudahkan atlet dalam mengejar target angkatan. ”Terkadang kemampuan fisiknya seimbang, tapi tekniknya salah. Ya mereka pasti kesulitan. Teknis-teknis kecil semacam ini harus kami kuasai selain pemetaan lawan tanding,” papar Coni. (mg5/mg7/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia