Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga

Catur NPC Bidik Empat Emas

Jumat, 28 Sep 2018 17:10 | editor : Perdana

FOKUS: Pecatur NPC bersiap menuju Asian Para Games 2018, tengah berlatih di Hotel Alana, 

FOKUS: Pecatur NPC bersiap menuju Asian Para Games 2018, tengah berlatih di Hotel Alana,  (Devita Indri Novita Anggraini/Radar Solo)

SOLO – National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, ternyata juga membidik banyak medali dari cabang olahraga catur di ajang Asian Para Games 2018 yang rencananya akan digelar di Jakarta (8-16/10).

Ada 18 atlet yang disiapkan, yang sebagian besar adalah penyandang tunadaksa. Sembilan atlet putra dan sembilan pecatur putri, terbagi menjadi 3 kelas berbeda, yaitu B1 putra/putri, B2 putra/putri, dan tunadaksa putra/putri, dengan masing-masing terdiri dari tiga atlet. 

Seperti yang terlihat pada latihan di Hotel Alana (25/9), para atlet tengah serius berlatih didampingi pelatihnya. Yakni Sri Martono, Matsuro, hingga Budi Santoso. Pelatih menargetkan empat medali emas dari beberapa atlet yang diunggulkan di kelasnya.

“Kandidat terkuat dari kelas B1 putri, yaitu Wilma Sinaga, Deby Arista, dan Tati Kaharti. Untuk kelas B2 putra, kami mengandalkan sosok Bayu Satrio,” ungkap Sri Martono kepada Jawa Pos Radar Solo yang diamini Matsuro.

Meski hanya ditargetkan empat medali emas, namun tim kepelatihan optimistis, target tersebut akan meleset. Meleset dalam artian perihat target yang dibebani ke tim kepelatihan.

Keoptimisan ini bukan tanpa dasar. Pasalnya, berdasarkan hasil tryout yang telah dilaksanakan di Polandia pada pertengahan bulan Juli lalu, dan Malaysia sebulan kemudian, atlet Indonesia sukses unjuk gigi.

Walau harus berhadapan dengan atlet normal, wakil Indonesia ternyata sanggup menempati peringkat lima besar di Polandia. Sedangkan pada try out di Malaysia yang diikuti lebih dari 300 peserta yang juga kebanyakan non tunadaksa, Indonesia berhasil menempati peringkat empat besar. 

Untuk try in pelatnas catur menyempatkan beruji coba dengan atlet normal asal Jogjakarta dan Semarang, yang datang ke Solo untuk menguji kemampuan mereka. Try In ini sebagai ajang untuk menguji seberapa matang persiapan atlet dalam menghadapi Asian Para Games 2018.

”Persiapan kami sudah hampir 100%, dalam artian atlet siap tanding. Atlet tetap dihimbau untuk menjaga kesehatan nya. Nah, di hari-hari akhir menjelang pertandingan ini, atlet diberikan latihan ringan. Karena kalau terlalu dipaksa nanti kesehatannya malah drop,” tambah Matsuro. (mg3/mg4/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia