Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga
Porprov Jateng 2018

Waktu Proyek Mepet, Pantang Asal Jadi

Jumat, 28 Sep 2018 19:50 | editor : Perdana

DIKEBUT: Para pekerja tengah mengerjakan papan panjat FPTI di lokasi baru yang masih berada di kawasan Manahan.

DIKEBUT: Para pekerja tengah mengerjakan papan panjat FPTI di lokasi baru yang masih berada di kawasan Manahan. (IBNU NUGROHO/RADAR SOLO)

SOLO – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) tinggal menghitung hari. Pesta olahraga se-Jateng tersebut rencananya akan digelar 18-25 Oktober mendatang. Untuk venue, walau Solo tercatat sebagai tuan rumahnya, namun venue pertandingannya, ternyata akan disebar di beberapa kota. Mulai dari Karanganyar, Wonogiri, Klaten, Sragen, Magelang, Blora, hingga Semarang.

Berbagai persiapan untuk venue pertandingannya juga sudha disiapkan. Salah satunya untuk cabor panjat tebing, yang tetap akan digelar di Solo. Sempat ada wacana akan digelar di Semarang, karena Stadion Manahan direvitalisasi, ternyata tak membuat cabor ini memutuskan untuk mencari kota baru sebagai tuan rumahnya.

KONI Kota Solo akhirnya memutuskan untuk memindahkan venue panjat tebing beberapa ratus meter dari lokasi awal, yang kini memang masuk di area lokasi proyek revitalisasi Stadion Manahan. Lokasi baru yang dipilih adalah di barat Velodrome Manahan.

Proyek ini sendiri akan menggelontorkan dana sebesar Rp 1 Miliar, dan pengerjaan proyeknya sudha berjalan sejak sebulan yang lalu. Pihak terkait menargetkan awal Oktober arena panjat tersebut akan selesai. 

”Arena panjatnya, kini tinggal satu. Kami masih menunggu towernya selesai dahulu, baru lanjut ke pemasangan wall climb-nya. Yang pasti, kami akan kebut secepatnya bisa selesai,” jelas Tave Askar ketua Bidang Kompetisi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng kepada Jawa Pos Radar Solo saat dijumpai di kawasan Manahan.

Mepetnya waktu pengerjaan, membuat pihaknya siap teliti dalam mengerjakan proyek tersebut. Hal ini penting karena lokasi baru ini nantinya akan permanen.

”Satu-persatu kami cek secara detail. Kami juga mengevaluasi apa saja kekurangannya, dan apa yang jadi kendalanya. Setiap hari pengerjaan kami lembur, ini demi dapat selesai awal Oktober nanti. Mau tidak mau ya harus jadi,” tegas pria berambut gondrong tersebut.

Demi memberikan kenyamanan pada semua pihak. Segala sarana-prasarana pendukung siap dibuat. Mulai dari ruang atlet, ruang juri, ruang panitia, tempat penonton seperti sebuah tribun hingga toilet. 

”Sebenarnya setiap kompetisi punya standar tersendiri. Karena arena ini baru pertama kali digunakan untuk Porprov, ya harus dimaksimalkan (kualitasnya). Kami pilih pekerja yang tahu panjat tebing. kalau hanya sekedar las saja, tukang biasa juga pasti bisa. Jadi ya benar-benar kami pertanggungjawabkan, karena panjat tebing kan olahraga dinamis.” ujarnya. (mg5/mg7/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia