Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga
Asian Para Games 2018

Agus Fitriadi, Atlet Timnas Wheelchair Tennis Indonesia

Sabtu, 29 Sep 2018 14:55 | editor : Perdana

Agus Fitriadi, Atlet Timnas Wheelchair Tennis Indonesia

Menjadi seorang atlet tentu butuh perjuangan ekstra keras, apalah sang atlet tersebut dalam kondisi keterbatasan fisik. Namun kerja keras tentu tak akan menghianati hasil. Filosofi inilah yang ditanamkan oleh Agus Fitriadi. Berikut kisahnya?

DEVITA INDRI NOVITA ANGGRAINI, Solo

Ratusan siswa SD terlihat menyemut untuk menonton Timnas Wheelchair Tennis Indonesia dibawah payung National Paralympic Committee (NPC) berlatih di Lapangan Tenis Manahan, kemarin.

Satu sosok yang cukup semangat memperlihatkan skillnya adalah Agus Fitriadi. Walau tanpa kaki yang utuh, dah harus bergerak mengejar bola menggunakan kursi roda yang didudukinya, dirinya cukup gesit untuk mengejar bola yang mengarah kepadanya.

Usai berlatihan, atlet berbaju merah tersebut semakin sumringah ketika adik-adik SD tersebut meminta berfoto bersama dengannya. Pria berusia 33 tahun asal Jakarta tersebut semakin optimistis bisa memberikan emas untuk Indonesia di ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta, karena dukungan tersebut.

Dilain sisi tunadaksa yang diderita Agus, ternyata bukan bawaan. Semasa ia remaja, dirinya pernah jatuh terpeleset dari gerbong kereta, yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi.

Saat usai kejadian hatinya benar-benar tengah terpuruk. Agus merasa kehilangan motivasi hidupnya. Hampir dua tahun lamamanya usai kejadian tersebut, dirinya seperti mengurung diri.

”Yang paling sulit itu membangun mental, karena orang cacat seperti saya mau jadi apa?. Yang normal saja sulit untuk bisa bekerja,” ungkap ayah 2 orang anak membuka kisah hidupnya sebelum memutuskan menjadi atlet.

Namun keraguannya kala itu ternyata tak berkelanjutan. Tuhan memberikan jalan berbeda untuk membantu Agus menjadi sosok yang penuh dengan rasa percaya diri tinggi. 

Dirinya menceritakan pertama kali berkenalan dengan olahraga ini ketika dirinya masih berusia 18 tahun. Kala itu dirinya dikenalkan oleh temannya Kusnan Efendi, yang juga seorang atlet disabilitas dari cabor tenis.

Sejak saat itulah Agus mulai menekuni olahraga tenis hingga sekarang. Selama 15 tahun menggeluti olahraga tenis, banyak prestasi yang telah ditorehkan pria 2 anak ini. Ia pernah meraih masing-masing dua medali perunggu di kejuaraan Asean Para Games (APG) 2005 di Filipina, lalu APG 2007 di Thailand. Sementara itu di AP 2009 di Solo dirinya berhasil merebut 1 medali perak dan 2 perunggu.

Saat ini dirinya fokus untuk bersiap membawa Indonesia terjun diajang Asian Para Games 2018 di Jakarta. Dirinya mengakui lawan yang akan dia hadapi tentu akan sulit untuk dikalahkan.

”Semuanya berat, hanya saja selama ini yang paling berat itu dari negara Jepang, Thailand, Malaysia, Srilangka, dan Irak. Kualitas peralatan kita di bawah mereka, tapi soal skill kita tidak kalah bagus dengan mereka,” tambah Agus. (*/nik)

`

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia