Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Features

Ratih Rachmatika, Kreator Aplikasi Pendektesi Kematangan Buah 

Kamis, 04 Oct 2018 14:58 | editor : Perdana

INOVATOR: Ratih Rachmatika mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto kanan, aplikasi di android,

INOVATOR: Ratih Rachmatika mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto kanan, aplikasi di android,

Sering merasa tertipu atau salah memilih saat membeli buah? Buah yang dibeli justru belum cukup matang sehingga tidak bisa dikonsumsi. Kini tak perlu khawatir. Sebab, ada aplikasi berbasis android yang bisa mendeteksi tingkat kematangan buah tanpa perlu mencicipi terlebih dahulu. Seperti apa cara kerjanya?

SEPTINA FADIA PUTRI, Solo

Adalah aplikasi bernama Perfect. Ciptaan Ratih Rachmatika, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS). Nama Perfect adalah singkatan dari Perishable Food Maturity and Freshness Detector. Aplikasi ini mampu mengidentifikasi tingkat kematangan dan kesegaran buah.

“Aplikasi ini dibuat untuk meningkatkan kualitas ekspor produk makanan tak tahan lahan lama, atau perishable Indonesia,” ungkap kreatornya, Ratih kepada Jawa Pos Radar Solo.

Perfect dilengkapi dengan tiga fitur sekaligus. Yaitu Perfect Maturity, Perfect Fresh Food, dan Perfect Fertilizer. Perfect Maturity berguna untuk mengidentifikasi kematangan buah. Perfect Fresh Food untuk mengukur kesegaran buah. Sedangkan Perfect Fertilizer bisa digunakan petani untuk menentukan takaran pupuk yang sesuai ketika menanam buah.

“Tiga fitur ini adalah keunggulan yang ditawarkan Perfect,” sambung Ratih.

Cara penggunaan aplikasi ini pun sangat mudah. Cukup dengan memfoto buah yang ingin diperiksa dengan kamera ponsel berbasis android. Kemudian foto di-crop untuk memperkecil resolusi gambar. Sehingga mempermudah dalam menentukan tingkat kematangan dan kesegaran buah berdasarkan citra warna kulit buah. Setelah itu, tekan tombol “proses” untuk mengetahui hasilnya. 

“Menurut pengamatan saya, aplikasi untuk mengukur tingkat kematangan dan kesegaran buah menggunakan citra warna belum ada di Indonesia. Adanya masih di luar negeri, tapi itu menggunakan sensor bau. Jadi belum ada kompetitornya,” beber Ratih.

Aplikasi Perfect ini bisa digunakan siapa saja, tidak terbatas untuk kalangan petani saja. Ambil contoh, untuk mengecek kualitas makanan masih bagus atau tidak, pengguna yang awam juga bisa memanfaatkan aplikasi ini. “Mulai dari pengepul hingga retail store juga dapat menggunakannya,” sambung Ratih.

Ratih berharap aplikasi buatannya ini benar-benar dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk para petani yang akan diekspor. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, petani bisa menghindari proses gagal panen atau gagal produksi produk.

“Selanjutnya, saya ingin mematangkan lagi strategi memasarkan aplikasi ini,” imbuhnya.

Aplikasi Perfect ini berhasil membawa Ratih meraih juara tiga dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang diselenggarakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank. Penghargaan telah diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/9) lalu.

Ratih mengatakan, prestasinya tersebut diraih dari proses seleksi yang cukup panjang. Tahap awal adalah menyerahkan karya ilmiah, kemudian dipilih lima karya terbaik. Kelima finalis yang terpilih berhak maju ke tahap tiga besar untuk mempresentasikan karya tulis mereka dengan cara semenarik mungkin di hadapan para juri. 

“Saya tidak menyangka bisa menempati posisi tiga teratas. Karena waktu itu, baru pulang KKN, kemudian langsung diundang ke Jakarta untuk presentasi. Sampai di sana, UNS dapat urutan pertama presentasi,” kenangnya.

Ratih mengaku sempat tidak percaya diri karena semua kompetitornya berasal dari fakultas ekonomi. Hanya dia seorang yang berasal dari fakultas teknik. Meskipun begitu, mahasiswa semester 7 jurusan teknik elektro ini mampu mempresentasi produknya dengan baik. (mg2/mg6/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia